Page 780 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 780

Dalam penelitian ini digunakan 3 pendekatan sekaligus yaitu
             pendekatan kualitatif, pendekatan kuantitatif, dan pendekatan
             kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan
             survey yang melibatkan kuesioner sebagai instrumen. Responden
             dari kuesioner adalah masyarakat desa Trisobo. Pendekatan kualitatif
             dilakukan dengan pengamatan atau observasi berperanserta,
             wawancara mendalam (indepth interview) dan Focused Group
             Discussion (FGD). Observasi dilakukan dengan melibatkan diri dalam
             aktivitas sehari-hari masyarakat dan mengamati langsung kegiatan
             dan interaksi di antara mereka. Wawancara mendalam dilakukan
             terhadap informan dengan menggunakan panduan pertanyaan yang
             kemudian direkam menjadi catatan harian. Sementara itu, pendekatan

             partisipatif digunakan dengan metode transek untuk menyusuri desa
             bersama warga masyarakat untuk menentukan sumber-sumber agraria
             yang terkait dengan penghidupan mereka. Transek (penelusuran)
             merupakan teknik penggalian informasi dan media pemahaman
             daerah melalui penelusuran dengan mengikuti garis yang membujur
             dari suatu sudut ke sudut yang lain di wilayah tertentu. Selain transek
             juga diterapkan metode ‘Participatory Poverty Assesment (PPA) atau
             Analisis Kemiskinan Partisipatif dalam mendefinisikan kemiskinan
             menurut indikator dan konteks lokal Desa Trisobo.


                  Gambar. 20. Pendekatan Partisipatif Dalam Penelitian




















                                       Sumber: Sains, 2010



                               Merancang Metode Penelitian Agraria Lintas Disiplin  749
   775   776   777   778   779   780   781   782   783   784   785