Page 411 - Gerakan-gerakan Agraria Transnasional
P. 411
Perdagangan dan Bioteknologi di Amerika Latin
rang’ (Keck dan Sikkink 1998) misalnya di mana sebuah
perusahaan bioteknologi di Eropa tunduk pada pemerik-
saan yang dilakukan terhadap tindakannya di pedesaan
Brasil.
Namun demikian, sekalipun kemenangan sementara
dalam pertempuran dengan negara (khususnya asing),
perang atas bioteknologi di Negara besar dalam suatu
wilayah dpat dimenangkan. Perusahaan biotek telah
menerima produk mereka dengan melalui proses yang
lambat dari suatu pergesekan, membangun suatu koalisi
secara teliti dan menciptakan lobi-lobi yang terpadu dalam
ranah kelembagaan dan masyarakat secara seimbang. Yang
masih menjadi pertanyaan adalah, bagaimana masa depan
liberalisasi perdagangan di daerah ini dan sejauh mana akan
maju, baik secara regional atau secara bilateral. Ini bisa
dilihat sebagai tantangan bagi aktivis untuk memastikan
bahwa keberhasilan di tingkat regional dan banyaknya
inisiatif, jika menghasilkan kesepakatan bilateral jauh lebih
baik dari pada tidak ada nya perjanjian yang diusulkan dari
daerah (Gallagher, 2008).Kasus FTA antara AS dan Peru,
seperti yang disebutkan di atas, adalah satu kasus dalam
permasalahan ini.
Dalam hal ini Perdebatan bioteknologi dalam ranah
nasional akan terus menjadi petunjuk dan dampak yang
berbeda secara signifikan di seluruh wilayah. Di Argentina,
ada suatu wadah kecil yang disediakan untuk memper-
debatkan bioteknologi. Kesesuaian material, institusional
dan ada kekuatan diskursif yang menghasilkan pengaruh
‘agro-hegemoni’. Hal yang serupa juga terjadi di Uruguay
dan Paraguay. Meskipun lebih dini, kami telah melihat
meningkatnya sambutan akan teknologi di Brazil dan sikap
berkeberatan yang berkelanjutan dalam menanggapi
promosi transgenik. Ketika dihadapkan dengan oposisi,
negara menyerah kepada agribisnis. Meskipun secara
pribadi harapan yang sangat besar dari aktivis RG ada di
397

