Page 345 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 345
Ahmad Nashih Luthfi
Sajogyo, “Struktur Agraria, Proses Lokal dan Pola Kekuasaan”,
dalam Endang Suhendar, dkk., Menuju Keadilan Agraria:
70 Tahun Gunawan Wiradi (Bandung: AKATIGA, 2002).
Sajogyo, “Refleksi Sajogyo: Dari Praktek ke Teori dan ke Praktek
yang Berteori”, refleksi pada sebuah acara yang diadakan
oleh Survey Agro Ekonomika di Jakarta, 2004, Sajogyo,
“Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Pemberdayaan”,
draf makalah untuk seminar AIPI, 2004.
Sajogyo, Dari Praktek ke Teori dan ke Praktek yang Berteori (Jakarta:
Yayasan Agro Ekonomika, 2004).
Sajogyo dan Pudjiwati Sajogyo, Sosiologi Pedesaan: Kumpulan
Bacaan, Jilid 1 (Yogyakarta: GMU Press, 2005).
Sajogyo, “Modernisasi tanpa Pembangunan”, dalam Sajogyo,
Ekososiologi, Deidologisasi Teori, Restrukturisasi Aksi (Petani
dan Pedesaan Sebagai Kasus Uji) (Yogyakarta: Cindelaras
Pustaka Rakyat Cerdas, bekerjasama dengan Sains, dan
Sekretariat Bina Desa, 2006).
Sajogyo, “Desaku, Desa Kalian, Desa Kita”, esai yang disiapkan
untuk acara penganugerahan Bakrie Award 2009.
Sajogyo, “Pembangunan dan Kemiskinan Struktural”, tt, 4
halaman.
Saskia Eleonora Wieringa, Penghancuran Gerakan Perempuan di
Indonesia—Terjemahan Hersri Setiawan (Jakarta: Garba
Budaya, 1999).
Schrieke, B, Indonesian Sociological Studies, Selected Writing I.
(Bandung: W. Van Heve Ltd, 1955).
Scott, James C, Perlawanan Kaum Tani (Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia, 1993).
Sediono M.P. Tjondronegoro, “Penelitian Ilmu Sosial dan
Penentuan Kebijakan”, Prisma, 6, Juni 1983.
Sediono M.P. Tjondronegoro, “Revolusi Hijau dan Perubahan
Sosial di Pedesaan Jawa”, makalah untuk Seminar
Perubahan Sosial dan Demokrasi Pedesaan, PAU Studi
Sosial Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 11-13
Desember 1989.
Sediono M.P. Tjondronegoro, “Strategi Implementasi Program
Pembaruan Agraria Nasional”, dalam Sediono M.P.
Tjondronegoro dan Gunawan Wiradi (Peny.), Dua Abad
Penguasaan Tanah: Pola Penguasaan Tanah Pertanian di
Jawa dari Masa ke Masa (Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia, 2008 [edisi revisi]).
292

