Page 198 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 198

BAB 12
PEMBUATAN MINYAK ANGIN AROMATHERAPY DARI MINYAK
ATSIRI: BUNGA KENANGA & SEREH WANGI
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) adalah mahasiswa mampu dalam
menerapkan dan pengembangan pengetahuan dibidang kimia dan pendidikan kimia,
sehingga mereka dapat menjadi enterpreneur yang relevan dalam kehidupan masyarakat
sekitarnya (CPMK6). Sedangkan kemampuan akhir pada percobaan ini mahasiswa
mampu mengembangkan eksperimen Pembuatan Minyak Angin Aromatherapy dari
minyak atsiri (Sub-CPMK7). Pengalaman belajar diperoleh adalah mahasiswa
melakukan percobaan dengan mengamati, mengembangkan, menganalisis,
mengelaborasi, membuat dan mengirimkan laporan sebagaimana yang dibahas pada
aplikasi yang telah tersedia.
a. Orientasi
Indonesia yaitu negara tropis memiliki banyak sumber daya alam dan
keanekaragaman hayati untuk dilestarikan, contohnya flora dan fauna. Keanekaragaman
tanaman memiliki banyak manfaat bagi semua makhluk hidup baik manusia, hewan,
dan juga tumbuhan. Menurut Indonesian Essential Oil: The Scents of Natural Life
terdapat empat puluh jenis tanaman yang bisa dijadikan produk aromaterapi. Minyak
esensial adalah zat yang mudah menguap yang terdapat dalam beberapa jenis tumbuhan
dengan ciri-ciri khusus. Senyawa ini memberikan aroma unik pada tanaman dan telah
diproduksi pada industri parfum, kosmetik, makanan, dan obat-obatan (Sofiani &
Pratiwi, 2013). Aromaterapi merupakan metode pengobatan yang menggunakan aroma
dari tumbuhan seperti bunga dan pohon yang harum. Beberapa jenis aromaterapi dapat
langsung dioleskan pada kulit untuk memberikan manfaatnya secara langsung. Manfaat
aromaterapi termasuk menenangkan pikiran, memengaruhi suasana hati, serta
memberikan efek positif pada kesehatan fisik dan mental, seperti meredakan stres.
Dalam konteks perawatan kulit, aromaterapi dapat menggunakan minyak esensial
atau krim khusus untuk merawat tubuh (Sofiani, dkk, 2017). Saat ini, minyak esensial
dan komponen-komponen penyusunnya digunakan dalam berbagai produk, seperti
193





































































   196   197   198   199   200