Page 26 - Hukum Ketenagakerjaan
P. 26

usia produktif antara 15–64 tahun. Jumlah tersebut mencapai 2 (dua)
              kali lipat dari jumlah penduduk usia anak dan lansia. Namun demikian,
              kondisi tersebut juga melahirkan tantangan yang perlu diatasi. Salah satu
              tantangannya adalah kualitas gizi dan pendidikan serta ketersediaan
                                3
              lapangan pekerjaan.
                  Kondisi lapangan pekerjaan—yang secara ideal perlu melibatkan
              peningkatan ruang inovasi dan lahan produktif—perlu diimbangi dengan
              kondisi surplus kualitas SDA Indonesia. Di sisi lain, kondisi SDM Indonesia
              belum cukup siap untuk menghadapi tuntutan pasar kerja yang berakibat
              pada munculnya kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dan
              kebutuhan Industri. Sekitar 44,2% anak­anak di Indonesia mengalami
              kemiskinan multidimensi yang berdampak pada akses pendidikan,
                                                                       4
              kesehatan, dan kesempatan kerja di dalam persaingan global.  Kondisi
              tersebut menghambat kemampuan anak­anak untuk berkontribusi
              secara produktif dalam masyarakat. Berdasarkan kondisi tersebut, siklus
              kemiskinan dan deprivasi menjadi permasalahan yang cukup vital dalam
              ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah bertanggung
              jawab untuk menciptakan regulasi komprehensif yang dapat menjadi
              solusi atas permasalahan tersebut.

              2.  Peran Omnibus Law terhadap Dampak Bonus Demo-
                  grafi,  Peluang Peningkatan  Kesempatan  Kerja, dan
                  Pemanfaatan SDA di Indonesia

                                      5
              Menurut Robert Malthus,  kondisi  awal jumlah  penduduk memang
              dapat  meningkatkan pertumbuhan  ekonomi. Namun, suatu keadaan
              optimum pertambahan penduduk tidak akan menaikkan pertumbuhan
              ekonomi, bahkan dapat menurunkannya. Pertumbuhan penduduk yang
              tidak terukur tersebut dapat menyebabkan beban sosial yang besar,
              yaitu pengangguran (Gambar 1.1).
              3   Subdit Statistik Pendidikan dan Kesejahteraan, 2017, Analisis Kemiskinan Anak dan
                 Deprivasi Hak-Hak Dasar Anak di Indonesia, Jakarta: Badan Pusat Statistik, hlm. 76.
              4   Subdit Statistik Pendidikan dan Kesejahteraan, 2017, op cit., hlm. 30.
              5   Pandangan-pandangan Malthus  umumnya bersifat pesimistis  dalam An Essay  on
                 the Principle of Population (Sebuah Esai tentang Prinsip mengenai Kependudukan),
                 diakses dari  http://www.econlib.org/library/Enc/bios/Malthus.html,  pada  23  Mei
                 2023.


              2    Hukum Ketenagakerjaan
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31