Page 43 - E-Modul Fisling Berbasis STEM_Neat
P. 43
Dalam superkonduktor, perlawanan turun tiba-tiba menjadi nol ketika material
didinginkan di bawah temperatur kritis. Arus listrik yang mengalir dalam loop kawat
superkonduktor dapat bertahan tanpa batas waktu tanpa sumber listrik. Superkonduktor
E
membutuhkan suhu yang sangat dingin, pada urutan 39 kelvin (minus 234 C, dikurangi 389 F)
untuk superkonduktor konvensional.
Bahan superkonduktor adalah suatu bahan yang dapat mengalirkan arus listrik tanpa
tahanan listrik sedikitpun bahan ini terdiri dari campuran unsur-unsur tertentu yang dapat
mengalirkan arus listrik tanpa tahanan pada suhu yang sangat rendah. Arus yang mengalir pada
rangkaian tertutup dari bahan superkonduktor akan terus mengalir selamanya.
Superkonduktivitas ini disebut juga sebagai “fenomena quantum makroskopis”.
Suatu fenomena yang terjadi pada suatu bahan jika berada pada suhu yang sangat rendah akan
menunjukkan ciri-ciri:
1. Resistansi menjadi nol
2. Bersifat menolak medan magnet (Efek Meissner)
Pada superkonduktor terdapat istilah temperatur Kritis (Tc), yaitu suatu keadaan ketika
temperature bahan diturunkan dari temperature ruang normal sampai pada batas temperature
tertentu bahan ini akan memiliki sifat superkonduktor. Selain terdapat istilah temperatur kritis,
terdapat pula suhu pemadaman superkonduktor. Suhu pemadaman merupakan batas suhu
untuk merusak sifat superkonduktor. Artinya pada suhu ini superkonduktor akan rusak.
Gambar 24. Grafik Sumbu Kristak Terhadap Suhu
Sumber: https://www.slideshare.net/siti07cholifah/9-csuperkonduktor
S
43

