Page 90 - BUKU AJAR KELAS XII SMA
P. 90

6) Penelitian  dan  pengembangan  hukum  statistik
                       kriminal.

          3.  Peran     Hakim     sebagai     Pelaksana     Kekuasaan
              Kehakiman
                 Berdasarkan  Undang-Undang  No.  48  Tahun  2009
          pasal 19, “Hakim dan hakim konstitusi adalah pejabat negara
          yang  melakukan  kekuasaan  kehakiman  yang  diatur  dalam
          undang-undang“.  “Hakim”  adalah  hakim  pada  Mahkamah
          Agung  dan  badan  peradilan  yang  ada  di  bawahnya.
          Sedangkan “hakim konstitusi” adalah hakim pada Mahkamah
          Konstitusi.
                 Dalam     undang-undang      yang    sama    pasal   5,
          seorang  hakim  dan  hakim  konstitusi  wajib  menggali,
          mengikuti,  dan  memahami  nilai-nilai  hukum  dan  rasa
          keadilan yang hidup dalam masyarakat. Untuk merasakan
          keadilan, hakim dan hakim konstitusi harus tahu dan paham
          kondisi  sosiologis  masyarakat.  Artinya,  ia  harus  memiliki
          integritas  dan  kepribadian  yang  tidak  tercela,  jujur,  adil,
          profesional, dan berpengalaman di bidang hukum.
                 Dari  sini  kita  tahu  bahwa  rasa  keadilan  dapat
          diperoleh dari melihat fakta-fakta di persidangan dan kondisi
          masyarakat.  Semua  hal  tersebut  sangat  penting  demi
          menghasilkan putusan yang adil sehingga tujuan hukum bisa
          tercapai. Selain itu, hakim dan hakim konstitusi juga harus
          memperhatikan kode etik dan pedoman perilaku hakim.
          Hal ini penting demi menjaga kredibilitas hakim dan institusi
          peradilan.Hakim dibantu oleh seorang panitera atau seorang
          yang  ditugaskan  melakukan  pekerjaan  panitera  dalam
          memeriksa, mengadili, dan memutus perkara.



         Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)              74
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95