Page 35 - Bunga Bangkai
P. 35
a. Auksin disintesis pada jaringan meristem apikal, yaitu jaringan
yang sel-selnya aktif membelah. Meristem apikal terletak pada
ujung akar, ujung batang, atau daun. Hormon tersebut kemudian
diedarkan ke bagian lain tumbuhan. Auksin berfungsi untuk
memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga dan
buah, dormansi, penuaan dan pengguguran, serta mengaktifkan
kambium untuk membentuk sel-sel baru.
b. Sitokinin dapat ditemukan pada jaringan yang membelah. Fungsi
sitokinin adalah memacu pembelahan sel, menghambat efek
dominansi apikal, mempercepat pertumbuhan memanjang, serta
mempercepat pembentukan akar dan tunas.
c. Giberelin, merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta
merangsang perkecambahan biji. Pada tumbuhan tertentu,
giberelin dapat menyebabkan munculnya bunga lebih cepat.
Giberelin juga merangsang pembentukan tunas, menghilangkan
dormansi biji, dan merangsang pertumbuhan buah secara
parthenogenesis.
d. Etilen adalah hormon yang memacu proses pemasakan buah. Pada
umumnya setiap buah mampu memproduksi etilennya sendiri.
Etilen juga berperan untuk menghambat pemanjangan batang,
mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan daun.
e. Asam absisat, tidak semua hormon berfungsi untuk memacu
pertumbuhan karena ada juga yang menghambat pertumbuhan,
yaitu asam absisat. Fungsi asam absisat adalah menghambat
pembelahan dan pemanjangan sel, menunda pertumbuhan atau
dormansi, merangsang penutupan mulut daun di musim kering,
dan membantu peluruhan daun pada musim kering. Asam absisat
juga berperan dalam proses perontokan daun.
3) Faktor dari luar tubuh makhluk hidup
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan yang berasal dari luar tubuh makhluk hidup, terdiri
dari:
a. Nutrisi atau makanan
Pesona Bunga Bangkai dalam
Pembelajaran IPA 28