Page 43 - Pengembangan Lab. Komputer Virtual Berbasis Cloud Computing - Suryadi Syamsu
P. 43

sebagai Krisisisme . Krisisme Kant dimulai dengan
                      filosof-filosof  sebelumnya  yang  secara  dogmatis
                      apriori  mempercayai  kemampuan  rasio  secara
                      bulat.
                      Menurut  kant,  semua  pengetahuan  mulai  dari
                      pengalaman, namun tidak berarti semuanya dari
                      pengalaman.  Objek  luar  dikenal  melalui  indera,
                      namun  pikiran  atau  rasio,  atau  pengertian
                      mengorganisasikan bahan-bahan yang diperoleh
                      dari pengalaman tersebut. Pikiran tanpa isi adalah
                      kosong,  dan  tanggapan  tanpa  konsepsi  adalah
                      buta.  Demikian  kata  kant.  “thoughts  without
                      content are empty, percepts without concepts are
                      blind” (Henderson, 1959:218).
                      Selanjutnya,  menurut  kant,  pengalaman  tidak
                      hanya sekedar warna, suara, bau yang diterima
                      alat indera melainkan hal-hal tersebut di atur dan
                      disusun menjadi suatu bentuk yang terorganisasi
                      oleh  pikiran  kita.  Pengalaman  merupakan  suatu
                      interpretasi tentang benda-benda yang kita terima
                      melalui  alat  indera.  Dan  di  dalam  interpretasi
                      trsebut  kita  mempergunakan  suatu  struktur
                      tertentu untuk mengorganisasi benda-benda.
                      Lebih lanjut kant mengemukakan, bahwa manusia
                      telah  dilengkapi  dengan  seperangkat  kemauan,
                      sehingga  kita  dapat  memberi  bentuk  terhadap
                      data mentah yang kita amati. Dengan demikian,
                      kita mungkin memilikin pengetahuan apriori, yang
                      tidak  perlu  untuk  mengalami  sendiri  untuk
                      mendapatkan  pengetahuan  yang  fundamental,
                      dan pengetahuan yang aposteriori, pengetahuan

                                           37
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48