Page 153 - LHPS Kantor Wilayah DJPb DKI Jakarta
P. 153

Kesimpulan



                          Berdasarkan hasil pembinaan dan supervisi pada semester II tahun 2019,
                   7      kinerja KPPN lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta

                          semakin  baik  dibandingkan  dengan  periode  semester  sebelumnya,  baik
                          dari  segi  pelaksanaan  tugas  Kuasa  BUN,  pelayanan  perbendaharaan,
                          kinerja,  tata  kelola,  prestasi  maupun  inovasinya,  sehingga  perlu

                          dipertahankan.

                          Sesuai  dengan  hasil  analisa  SWOT  pada  permasalahan  temuan
                   8      pembinaan  dan  supervisi  KPPN,  dapat  disimpulkan  bahwa  faktor  internal

                          (Strength and Weakness) dipengaruhi oleh kondisi SDM KPPN baik secara

                          kualitas  dan  kuantitas  beban  kerja/volume  pekerjaan  pada  KPPN.
                          Perbaikan  regulasi  misalnya  dilakukan  melalui  reviu  kembali  disesuaikan
                          dengan  kondisi  saat  ini,  kestabilan  jaringan,  dan  dukungan  teknologi
                          informasi  yang  terintegrasi.  Faktor  eksternal  (Opportunities  and  Threats),
                          meliputi     dukungan      dan     komitmen       pemerintah      dan     pimpinan

                          Kementerian/Lembaga,  Kompetensi  SDM  Satuan  Kerja,  dan  pemahaman
                          Satker  terhadap  peraturan,  belum  terdapat  regulasi/pengaturan  tentang
                          sanksi kepada Satker jika mengalami keterlambatan dalam pengajuan data

                          kontrak  dan  penyelesaian  tagihan.  Jika  hal  tersebut  tidak  dimitigasi
                          sebagaimana  ketentuan  yang  berlaku  maka  akan  berdampak  pada
                          pengeluaran  belanja  negara  yang  tidak  berkualitas,  indeks  kinerja
                          pelaksanaan  anggaran  K/L  menjadi  rendah,  dan  pengelolaan  kas  negara
                          menjadi tidak pruden dan akuntabel.

                          Jadi dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kas negara dengan pruden dan
                   9
                          akuntabel  memerlukan  dukungan  dan  komitmen  seluruh  pimpinan

                          Kementerian/Lembaga          dan     pemerintah,      serta     kesadaran      para
                          pegawai/sumber  daya  manusia  satker  Kementerian/Lembaga  akan
                          pentingnya  kepatuhan  dalam  penyampaian  data  kontrak,  adanya
                          peraturan/regulasi  yang  jelas  punish  dan  rewardnya  terkait  pelaksanaan

                          anggaran, dukungan sistem teknologi informasi, dan penyelesaian tagihan
                          tepat waktu.
























                                                                                                                  117
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158