Page 57 - EBOOK INTERAKTIF FUNGI
P. 57
a. Reproduksi Lichen
Lichen mampu bereproduksi sebagai unit simbiosis (satu kesatuan
organisme) secara aseksual, dengan fragmentasi induk lichen dan pembentukan
soredia.
Fragmentasi terjadi bila
ada pemutusan dan pemisahan
s e b a g i a n t u b u h i n d u k ,
kemudian bagian tubuh
tersebut tumbuh menjadi lichen
baru.
S e m e n t a r a s o r e d i a
merupakan kumpulan hifa
y a n g m e n g a n d u n g s e l
ganggang di dalamnya. Soredia
terdapat di permukaan lichen
dan terlihat berwarna putih
seperti tepung. Bila soredia ini
jatuh di tempat yang cocok,
Sumber: sridianti.com
maka akan tumbuh menjadi
lichen baru (Gambar 41). Gambar 41. Reproduksi Seksual dan Aseksual Lichen
b. Habitat Lichen
Lichen dapat hidup pada habitat yang sangat ekstrem, misalnya pada lahan
bekas aliran lahar gunung berapi, di gurun, di hutan bekas terbakar, batu-
batuan, menempel pada pohon-pohon, bahkan di daerah kutub yang bersuhu
sangat dingin. Beberapa lichen dapat menghasilkan zat kimia dan zat asam
yang dapat melapukkan batu-batuan hingga menjadi tanah. Oleh karena itu,
lichen merupakan organisme perintis. Lichen memungkinkan tumbuhan lain,
seperti lumut dan paku, tumbuh di lahan baru. Lichen mengawali terjadinya
suksesi, yaitu proses perubahan srruktur jenis organisme yang hidup di dalam
suatu komunitas.
Beberapa jenis lichen sangat peka terhadap polusi udara, misalnya Usnea
sp. (lumut janggut). Lumut ini dapat digunakan sebagai indikator polusi udara
di suatu daerah. Bila di suatu daerah masih ditemukan lichen yang hidup,
berarti udara di daerah tersebut belum terpolusi.
E-book Interaktif Materi Jamur | BIOLOGI Kelas X SMA/ MA 48

