Page 14 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 14

Sambutan


                                   DIREKTUR PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DAN PERMUSEUMAN






                                                  Sejak dini sekali, Kepulauan Nusantara telah dikaruniai berbagai tinggalan
                                                  budaya  masa  lalu  bangsa  Indonesia,  dari  komponen  tertua  berupa  fosil-
                                                  fosil  manusia  dan  binatang  berusia  jutaan  tahun,  hingga  budaya  termuda,
                                                  --bangunan  kolonial--  yang  merupakan  lambang  perlawanan  bangsa
                                                  Indonesia terhadap para penjajah kedaulatan Republik Indonesia. Di antara
                                                  masa peradaban yang begitu panjang, terdapat bentang periodisasi tersendiri
                                                  yang di dominasi oleh budaya Hindu dan Buddha antara abad 4 hingga 16
                                   Masehi. Inilah puncak kebesaran peradaban Indonesia Klasik, yang melahirkan berbagai corak
                                   peninggalan candi-candi Hindu dan Buddha, dalam berbagai ukuran dan model penampilan .

                                   Itulah salah satu kekayaan bangsa kita yang dikagumi dunia. Satu per satu cerita tentang candi itu
                                   muncul ke permukaan sejak abad ke-19, misalnya dengan penemuan Candi Borobudur sebagai
                                   salah satu candi termegah di dunia, hingga berbagai penemuan candi terkini, diwakili-misalnya-
                                   oleh Candi Kedulan di daerah Prambanan. Kemegahan para candi tersebut mengungkap pesona
                                   luar biasa, yang tidak pernah lekang diperoleh dari satu candi ke candi lainnya.

                                   Buku  “Candi  Indonesia:  Seri  Jawa”  yang  diterbitkan  oleh  Direktorat  Pelestarian  Cagar
                                   Budaya dan Permuseuman ini merupakan upaya mendekatkan pesona candi-candi tersebut ke
                                   hati sanubari masyarakat. Terdapat kehebatan 96 candi di Jawa di buku ini, yang dapat dibawa
                                   oleh hanya satu tangan. Dia berkisah tidak hanya candi-candi besar yang megah, akan tetapi
                                   juga bercerita tentang candi-candi yang lebih kecil dan kurang terkenal, yang justru memiliki
                                   arti yang sangat mendalam, yang digemakan kembali kisahnya dalam buku ini. Buku ini adalah
                                   nafas  candi-candi Indonesia secara menyeluruh. Buku ini adalah cerminan kemegahan candi-
                                   candi itu. Karena, menyimak candi bukanlah sekedar menikmati kemegahan bangunan itu,
                                   DNDQ WHWDSL MXJD PHQFHUPDWL ¿ORVR¿ \DQJ GLPLOLNLQ\D   DUVLWHNWXUQ\D  LNRQRJUD¿Q\D  PDXSXQ
                                   cerita reliefnya.

                                   Saya menyambut baik penerbitan buku ini, dan memberikan apresiasi dan penghargaan yang
                                   setinggi-tingginya kepada para penulis dan seluruh kontributor yang telah bekerja keras dalam
                                   membawa informasi tentang candi-candi Indonesia ke masyarakat luas. Semoga buku ini akan
                                   PHPEHUL PDQIDDW \DQJ VLJQL¿NDQ EDJL VHOXUXK ODSLVDQ PDV\DUDNDW  EDLN PDV\DUDNDW DNDGHPLV
                                   maupun khalayak ramai pada umumnya.

                                                                                           Jakarta, Desember 2013








                                                                                             Dr. Harry Widianto






            xiv
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19