Page 21 - fikih kls 9
P. 21

Rasulullah Saw. bersabda : “Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan kurban : binatang
                    yang rusak matanya dan jelas kerusakanya, binatang yang sakit dan jelas sakitnya, binatang
                    yang pincang kakinya dan jelas pincangnya, binatang yang kurus hingga tak berdaging. (HR.
                    Ahmad)



                 4.  Ketentuan jumlah hewan untuk kurban dan Akikah

                    a.  Jumlah hewan untuk kurban adalah domba dan kambing untuk 1 orang, selanjutnya sapi/
                       kerbau dan unta untuk 7 orang. Sebagaimana Hadist Nabi Muhammad Saw.  riwayat Imam
                       Muslim  yang artinya: Dari Jabir bin Abdullah berkata, “kami telah menyembelih kurban
                       bersama-sama Rasulullah Saw. Pada tahun Hudaibiyah, satu ekor unta untuk tujuh orang dan
                       satu ekor sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim)

                    b.  Jumlah hewan untuk akikah
                       Sesuai  sunah Nabi  Muhammad  Saw., anak  yang  lahir  laki-laki  disembelihkan  dua  ekor
                       kambing. Apabila yang lahir anak perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Hal ini
                       mengacu  pada  hadits  Nabi  Muhammad  Saw. yang  artinya “Dari  Aisyah,  ia  berkata,
                       “Rasulullaah Saw. telah menyuruh kita agar mengakikahi untuk seorang anak laki-laki dua
                       ekor kambing, dan untuk seorang anak perempuan satu ekor kambing “ (HR. Ibnu Majah)



                 5.  Waktu penyembelihan kurban dan akikah

                    a.  Waktu pelaksanaan kurban, dilaksakan pada hari raya ‘Idul Adha, yakni tanggal 10 Zulhijah
                       dan pada hari-hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah.

                    b.  Waktu pelaksanaan akikah, terbagi 2, yaitu  Waktu ada’ dan waktu qaḍa’ Waktu ada’ adalah
                       dilaksanakan tepat pada waktunya, yakni pada hari ke-7, ke-14 atau ke-21 dari kelahiran anak.
                       Yang paling  utama  adalah  pada hari ke-7, Sedangkan Waktu  qadha’ adalah  : pelaksanaan
                       setelah hari ada’ karena adanya alasan syar’i.



                    Menurut pendapat para ulama dari kalangan mazhab Syafi’i, waktu pelaksanaan akikah masih
                    berlaku hingga anak usia balig (dewasa). Jika anak telah balig (dewasa), maka gugurlah kesunahan
                    akikah bagi orang tuanya. Hal ini dijelaskan oleh Imam Taqiyudin dalam kitabnya Kifayah Al-
                    Akhyar juz II,  hal. 243

                    Berikut adalah beberapa persamaan dan perbedaan antara kurban dan akikah dilihat dari berbagai
                    aspek, yaitu :












                                                                                                            15
                                                                                          Fikih - Kelas IX





       fikih siswa kls 9__revisi.indd   15                                                                        6/16/16   5:31 PM
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26