Page 49 - fikih kls 9
P. 49

Cerita Hikmah








                                  Sayyidina Ali Jual-Beli Dengan Dua Malaikat



                    uatu ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah mengunjungi rumahnya selepas
                Ssilaturahim kepada Rasulullah. Di rumah itu Ali menjumpai istrinya, Sayyidah Fathimah, sedang
                 duduk memintal, sementara Salman al-Farisi berada di hadapannya tengah menggelar wol.

                 “Wahai perempuan mulia, adakah makanan yang bisa kau berikan kepada suamimu ini?” tanya Ali
                 kepada istrinya.

                 “Demi Allah, aku tidak mempunyai apapun. Hanya enam dirham ini, ongkos dari Salman karena aku
                 telah memintal wol,” jawabnya. “Uang ini ingin aku belikan makanan untuk (anak kita) Hasan dan
                 Husain.”

                 “Bawa kemari uang itu.” Fathimah segera memberikannya dan Ali pun keluar membeli makanan.

                 Tiba-tiba ia bertemu seorang laki-laki yang berdiri sambil berujar, “Siapa yang ingin memberikan
                 hutang (karena) Allah yang maha menguasai dan mencukupi?” Sayyidina Ali mendekat dan langsung
                 memberikan enam dirham di tangannya kepada lelaki tersebut.

                 Fatimah menangis saat mengetahui suaminya pulang dengan tangan kosong. Sayyidina Ali hanya
                 bisa menjelaskan peristiwa secara apa adanya. “Baiklah,” kata Fathimah, tanda bahwa ia menerima
                 keputusan dan tindakan suaminya.

                 Sekali lagi, Sayyidina  Ali bergegas keluar. Kali ini bukan untuk mencari  makanan melainkan
                 mengunjungi Rasulullah. Di tengah jalan seorang Badui yang sedang menuntun unta menyapanya.

                 “Hai Ali, belilah unta ini dariku.”

                 ”Aku sudah tak punya uang sepeser pun.”

                 “Ah, kau bisa bayar nanti.”

                 “Berapa?”      “Seratus dirham.”

                 Sayyidina Ali sepakat  membeli  unta  itu  meskipun  dengan cara  hutang. Sesaat  kemudian,  tanpa
                 disangka, sepupu Nabi ini berjumpa dengan orang Badui lainnya.

                 “Apakah unta ini kau jual?”         “Benar,” jawab Ali.


                 “Berapa?”                           “Tiga ratus dirham.”
                 Si Badui membayarnya kontan, dan unta pun sah menjadi tunggangan barunya. Ali segara pulang
                 kepada  istrinya. Wajah  Fatimah  kali  ini  tampak  berseri  menunggu  penjelasan  Sayyidina Ali  atas
                 kejadian yang baru saja dialami.



                                                                                                            43
                                                                                          Fikih - Kelas IX





       fikih siswa kls 9__revisi.indd   43                                                                        6/16/16   5:31 PM
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54