Page 15 - E-Modul-Sistem Ekskresi
P. 15
terdapat pembuluh darah. Struktur alveolus yang demikian menjadikannya
sesuai dengan pertukaran gas (Saputra, 2010).
Paru – paru mengeskresikan sisa metabolisme dalam bentuk uap
air dan karbondioksida. Penguraian karbohidrat (glukosa) dan lemak
kecuali menghasilkan energi akan menghasilkan zat sisa berupa CO 2 dan
H 2O yang akan dikeluarkan lewat paru-paru. Seseorang yang berada dalam
daerah dingin waktu ekspirasi akan tampak menghembuskan uap. Uap
tersebut sebenarnya merupakan karbondioksida dan uap air yang
dikeluarkan saat terjadi pernafasan (Saputra, 2010).
Bagian – bagian paru – paru :
a. Pleura
Pleura adalah membran tipis berlapis ganda yang melapisi paru-paru.
Lapisan ini mengeluarkan cairan (pleural fluid) yang disebut dengan
cairan serous yang berfungsi untuk melumasi bagian dalam rongga
paru agar tidak mengiritasi paru saat mengembang dan berkontraksi
saat bernapas.
b. Bronkus
Bronkus adalah cabang batang tenggorokan yang terletak setelah
tenggorokan (trachea) sebelum paru-paru. Bagian ini merupakan
saluran udara yang memastikan udara masuk dengan baik dari trakea
ke alveolus. Selain sebagai jalur masuk dan keluarnya udara, bronkus
juga berfungsi untuk mencegah infeksi. Hal ini karena bronkus dilapisi
oleh berbagai jenis sel, termasuk sel yang bersilia (berbulu) dan
berlendir. Sel-sel inilah yang nantinya menjebak bakteri pembawa
penyakit untuk tidak masuk ke dalam paru-paru.
c. Bronkiolus
Bronkiolus adalah cabang dari bronkus yang berfungsi untuk
menyalurkan udara dari bronkus ke alveoli. Selain itu, bronkiolus juga
berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk dan keluar saat
proses bernapas berlangsung.
FIKA PITA LOKA SISTEM EKSKRESI 15

