Page 46 - KONSEP DAN PENERAPAN OK HP_Neat
P. 46
Table 1.4 Nilai K P Pada Berbagai Suhu Untuk Reaksi Kesetimbangan
( ) ) ( ) ( )
Suhu (K) 298 500 700 900
Semakin besar
Berdasarkan Tabel 1.3 dan 1.4 tersebut, dapat diamati bahwa pada reaksi pertama,
jika suhunya diperbesar, nilai K semakin kecil. Hal ini berarti zat yang dihasilkan semakin
sedikit diakibatkan oleh pergeseran reaksi ke kiri. Pada reaksi kedua terjadi sebaliknya,
yaitu jika suhu diperbesar nilai K P menjadi semakin besar. Hal ini berarti pergeseran
kesetimbangan bergeser ke kanan. Perbedaan dari kedua reaksi tersebut adalah nilai
perubahan entalpinya. Untuk reaksi pembentukan gas amonia, perubahan entalpinya negatif
(reaksi eksoterm) yang menunjukkan bahwa reaksi ke kanan melepaskan kalor.
Sementara itu, pada reaksi antara gas H 2 dan gas CO 2 perubahan entalpinya positif
(reaksi endoterm) yang menunjukkan bahwa reaksi kekanan menyerap kalor. Dengan
demikian, pergeseran reaksi kesetimbangan akibat perubahan suhu ditentukan oleh jenis
reaksinya, apakah endoterm atau eksoterm. Jika sistem dalam kesetimbangan suhunya
dinaikkan kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm atau positif dan jika suhu
kesetimbangan diturunkan, kesetimbangan akan bergeser kearah reaksi eksoterm atau
negative. Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian diatas adalah sebagai berikut.
Jika temperature dinaikkan maka kesetimbanganakan bergseser kearah reaksi
endoterm
Jika temperature diturunkan maka kesetimbangan akan bergseser kearah reaksi
endoterm
E-Book Kesetimbangan Kimia ∣∣ Kelas XI SMA/ MA 39