Page 99 - E-Modul KONEKSI BALI
P. 99
1.Pendaratan Darurat
2.Pengangkutan logistik dan kargo hasil bumi
3.Perbaikan pesawat (pesawat kecil hingga menengah)
4.Pendaratan dan parkir pesawat pribadi
5.Penerbangan Charter dan General Aviation
6.Pelatihan penerbangan dan teknik aviasi
d. Kebutuhan Pengembangan Bandara Khusus:
1. Panjang runway 3 km serta 0,5 km untuk fasilitas keselamatan
2. Arah runway semula utara-selatan menjadi timur-barat
menyesuaikan arah angin dan risiko pendaratan
3. Luas Lahan seluas 84,51 ha (Sudah tersedia lahan seluas 14,48
ha milik Pemprov Bali di Desa Pemuteran)
4. Tambahan lahan seluas 70,03 ha (Pembebasan lahan milik
masyarakat seluas 63,22 ha dan Reklamasi seluas 6,81 ha)
e. Integrasi Bandara Letkol Wisnu Dengan Infrastruktur Eksisting Dan
Kawasan Pengembangan
1. Rencana Pengembangan Bandara Khusus Letkol Wisnu
Gambar 35. encana Pengembangan Bandara Khusus Letkol Wisnu

