Page 152 - Ebook_Menabung
P. 152

Sementara itu,  menurut Arief (1997),  wilayah bekas jajahan  Belanda
                           dibagi  atas  dua bagian,  yaitu  (1)  wilayah  Jawa dan  Sumatra di  bawah
                           kekuasaan  Pemerintah Militer  Angkatan Darat (Rikugun);  dan (2) wilayah
                           Kalimantan dan wilayah Indonesia timur di bawah Pemerintah Angkatan Laut
                           atau Kaigun. Untuk menjalankan roda pemerintahan baru itu, pemerintah
                           Jepang  menetapkan  kebijakan  sebagai  berikut:  (1)  mengusahakan  agar
                           mendapatkan  dukungan  rakyat  dan  mempertahankan  ketertiban;  (2)
                           memanfaatkan sebanyak  mungkin struktur pemerintahan yang telah ada;
                           dan  (3) meletakkan dasar agar wilayah yang diduduki  dapat memenuhi
                           kebutuhannya sendiri serta menguatkan kemampuan berperang di wilayah
                           selatan.

                              Baru beberapa bulan pemerintahan militer sementara berjalan, keluar
                           Undang-Undang No. 27 Tahun 1942 tentang Aturan Pemerintahan Daerah dan
                           Undang-Undang No. 28 Tahun 1942 tentang Aturan Pemerintahan Syū dan
                           Tokubetsu Syi (Pemandangan, 16/3/1942). Pemerintahan syū kekuasaannya
                           sama  dengan gubernur,  tetapi luas  wilayah kekuasaannya sama dengan
                           karesidenan. Di Jawa ada 17 buah pemerintahan syū dan di Sumatra 10 buah.
                           Sementara itu, bentuk pemerintahan tokubetsu syi adalah sebuah kotapraja
                           istimewa atau daerah khusus. Yang dinilai memenuhi syarat untuk dijadikan
       Menabung Masa Prakemerdekaan  diberi  nama  minseifu dan  minseibu. Pemerintahan  minseifu berpusat di
                           tokubetsu  syi  adalah  kota  Batavia  dengan  nama  Batavia  Tokubetsu  Syicŏ.
                           Adapun untuk wilayah pemerintahan ketiga, yaitu Armada Selatan Kedua,


                           Makassar dan pemerintahan minseifu berkedudukan di Kalimantan, Sulawesi,
                           dan Seram. Dengan keluarnya kedua undang-undang itu, sifat pemerintahan
                           militer berubah ke pemerintahan sipil.















       142
   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157