Page 14 - Modul_Kelompok 10
P. 14

KONSEP SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

                    Telah kita mengenal istilah yang memuat kata linear, seperti fungsi linear yang memiliki

               bentuk  umum    (  ) =        +    .  Sebagai  contoh:    (  ) =  2  ,   (  ) =     −  2,  dan  lain
               sebagainya.  Jika  domain  dari  fungsi  linear  itu  adalah  himpunan  bilangan  real,  maka

               grafik  fungsi  linear  itu  berupa  garis  lurus.  Pada  fungsi  linear  himpunan  nilai    (  )  untuk

               setiap    anggota domain disebut range atau daerah jelajah.































                    Disamping  istilah  fungsi  linear,  kemudian  muncul  istilah  persamaan  linear.

               Sebelumnya  telah  kita  kenal  persamaan  linear  satu  variabel,  misalnya     – 3  =  10, 2    +
                3  = 3  , dan lain sebagainya. Persamaan linear satu  variabel  memiliki akar atau himpunan

               penyelesaian. Sebagai contoh, 13 merupakan akar dari persamaan    –  3  =  10 sebab jika   
               diganti oleh 13 persamaan tersebut menjadi kalimat yang benar  (13 –  3  =  10). Akar dari

               2    +  3  =  3   memiliki  akar  lengkapnya  adalah  3  sebab  jika      diganti  oleh  3  menjadi

               kalimat yang benar (2.3  +  3  =  3.3). Setiap persamaan linear satu variabel hanya memiliki
               tepat satu akar.

                    Sebelumnya  telah  dipelajari  persamaan  garis  (lurus),  yang  memiliki  beberapa
               bentuk aljabar, seperti     =        +    , atau       +        +      =  0 atau       +        =    , dengan

               koefisien     dan koefisien    tidak sekalisgus dua-duanya nol. Pada persamaan       +        =

                 ,    disebut koefisien     dan      disebut kofisien dari    ,  dan      disebut konstanta. Berikut ini
               contoh-contoh persamaan garis:

                                                           =  2   – 1

                                                    2    + 3   –  6  = 0


                                                           13
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19