Page 57 - Buku Paket Kelas 7 Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
P. 57

         Artikel 372
Pria dan wanita diciptakan ”satu untuk yang lain”, bukan seakan-akan Allah membuat mereka sebagai manusia setengah-setengah dan tidak lengkap, melainkan Ia menciptakan mereka untuk satu persekutuan pribadi, sehingga kedua orang itu dapat menjadi ”penolong” satu untuk yang lain, karena di satu pihak mereka itu sama sebagai pribadi (”tulang dari tulangku”), sedangkan di lain pihak mereka saling melengkapi dalam kepriaan dan kewanitaannya. Dalam perkawinan, Allah mempersatukan mereka sedemikian erat, sehingga mereka ”menjadi satu daging” (Kejadian 2:24) dan dapat meneruskan kehidupan manusia: ”Beranak-cuculah dan bertambah banyaklah; penuhilah bumi” (Kej 1:28). Dengan meneruskan kehidupan kepada anak-anaknya, pria dan wanita sebagai suami isteri dan orang-tua bekerja sama dengan karya Pencipta atas cara yang sangat khusus.
Pandangan dan perjuangan Gereja itu sendiri tidak dapat dilepaskan dari pandangan dan sikap Yesus yang dalam upaya-Nya mewartakan dan mewujudkan Kerajaan Allah, juga berusaha menegakkan kesederajatan antara perempuan dan laki-laki, sebagaimana nampak dalam Yohanes 8: 2-11 dan Markus 15: 21-28
a. Baca kedua kutipan tersebut dengan teliti!
b. Buatlah daftar pertanyaaan terhadap hal-hal yang belum kamu pahami dari ke
dua kutipan tersebut !
c. Bahaslah pertanyaan-pertanyaan tersebut bersama teman-temanmu dan
guru!
d. Buatlah kesimpulan apa kesederajatan yang terungkap dari kedua kutipan
tersebut!
Untuk Dipahami
•
Yesus hidup dalam masyarakat Yahudi yang diwarnai dengan kebudayaan di mana kaum perempuan menjadi warga masyarakat kelas dua dalam tatanan masyarakat. Pada masa itu, kaum perempuan Yahudi banyak mendapat perlakuan tidak adil. Ketidak adilan itu misalnya nampak dalam beberapa kasus berikut: Perempuan yang kedapatan berbuat dosa, dihakimi secara sepihak oleh orang banyak tanpa melihat bahwa kaum laki-laki juga berdosa (lih. Yoh. 8:2-11), Peraturan-peraturan yang diberlakukan dalam pertemuan-pertemuan jemaat menunjukkan betapa kaum perempuan terpinggirkan, kurang diberi tempat (lih. 1Kor. 14: 26-40; 1Tim. 2:11-14).
  50
Kelas VII SMP
        



















































































   55   56   57   58   59