Page 23 - e-Modul Genetik
P. 23
e-Modul Biologi Materi Genetik 16
Badan kromosom adalah bagian kromosom yang mengandung kromonema. Badan
kromosom dibungkus selubung pembungkus yang disebut matriks. Pada kromonema
terdapat bagian yang menebal disebut kromomer. Di dalam kromomer terdapat ruang –
ruang yang berisi gen yang disebut lokus. Di dalam lokus tersebutlah terdapat gen yang
berperan dalam pewarisan sifat.
Keterangan lanjut mengenai komponen penyusun kromosom diberikan seperti berikut.
• Sentromer (kinetokor): penghubung antara kromonema yang satu dengan lainnya,
fungsinya sebagai tempat melekatnya benang spindel saat pembelahan inti dan
berperan mengatur pergerakan kromosom selama pembelahan.
• Kromonema: pita berbentuk spiral, tempat melekatnya kromiol dan kromomer.
• Kromomer (granula besar): berbentuk manik – manik/granula yang merupakan
akumulasi materi kromatin/benang – benang halus.
• Kromiol (granula kecil): kromosom yang mengalami sedikit penebalan.
• Kromonema: bagian kromatid yang mengalami penebalan berupa bahan
nukleoprotein yang mengendap, memiliki ruang – ruang berisi gen yang disebut lokus.
• Lokus: bagian yang berfungsi sebagai tempat pembawa sifat – sifat keturunan
(hereditas).
• Telomer: bagian ujung kromosom, memiliki fungsi untuk menghalangi
bersambungnya kromosom satu dengan lainnya.
• Matriks: berupa cairan sitoplasma (endoplasma) yang agak memadat menjadi
selubung pembungkus kromatid/kromosom.
• Satelit: bagian tambahan yang terdapat pada ujung kromosom dan tiap kromosom
belum tentu memilikinya.
Protein histon di dalam inti sel, membentuk struktur bernama nukleosom. Sebelum
sel membelah, molekul DNA dari setiap kromosom berduplikasi sehingga terbentuk
lengan kromosom ganda yang disebut kromatid. Sel kelamin (sel sperma atau sel telur)
hanya memiliki satu kromosom kelamin (gonosom) sehingga sel kelamin dari betina
hanya memiliki gonosom X. Adapun sel kelamin jantan memiliki gonosom X atau Y yang
akan menentukan jenis kelamin individu setelah terjadi fertilisasi.
Daftar Isi Peta Konsep