Page 149 - Modul PJJ Bahasa Indonesia 2020
P. 149

Aku Bukan Patung

                 Menurut saya tokoh “Aku” memang layak dijadikan patung karena sifatnya
             yang malas. Orang yang malas tidak berguna sama halnya dengan patung.
             Dengan dijadikannya sebagai patung, agar “Aku” merasakan betapa tidak
             enaknya hidup tidak berguna. Meskipun harapan dan cita-cita sudah di depan
             mata namun tak bisa diraihnya. Akhirnya, kemalasan itu berbuah kekecewaan
             dan penyesalan. Penyesalan kemudian tiada berguna.



            (4) Apa pendapat Ananda tentang cerita imajinatif berjudul Aku
               Bukan Patung di atas?



                                   Aku Bukan Patung

                 Saya senang dengan patung karena menurut saya patung itu juga
             bermanfaat bagi kita, misalnya untuk hiasan taman, monumen sejarah, atau
             karya seni. Jadi, saya kurang sependapat jika dikatakan patung itu tidak
             berguna. Namun jika patung itu diumpamakan sebagai orang yang malas, boleh
             juga.



























                         MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA — KELAS VII SEMESTER GASAL  137
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154