Page 196 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 196

Menteri Ketanagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pihaknya juga melibatkan Tim Pemantau
              dari unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) dan dari unsur Organisasi Pengusaha yang
              duduk dalam keanggotaan Dewan Pengupahan Nasional. Tim pemantau ini bertugas memantau
              jalannya  posko  THR  2021.  Keterlibatan  pemangku  kepentingan  (stakeholder)  ini  yang  jadi
              pembeda Posko THR 2021 dengan tahun sebelumnya.

              "Kami sangat berharap mereka dapat memantau jalannya posko pelaksanaan THR keagamaan
              2021, sekaligus memberikan saran masukan kepada tim posko mengenai pelaksanaan tugas
              Posko THR 2021. Kami sangat terbuka diawasi oleh teman-teman dari serikat pekerja maupun
              pengusaha," ucap Ida dalam acara Launching Posko THR 2021 di Jakarta pada Senin (19/4).

              Posko  THR  ini  memberikan  beberapa  akses  pelayanan  yang  bisa  dimanfaatkan  para
              pekerja/buruh,  pengusaha,  maupun  masyarakat  umum.  Di  antaranya  layanan  secara  luring
              (offline) di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) Kemnaker di Jalan Gatot Subroto Kav.
              51  Gedung  B  Lantai  1  Jakarta  Selatan.  Layanan  tatap  muka  ini  dilakukan  dengan  tetap
              memperhatikan prosedur/protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19, Selain itu, Posko
              THR 2021 juga bisa diakses secara daring (online) melalui www.bantuan.kemnaker.go.id dan
              melalui call center 1500 630. Layanan posko THR 2021 ini mulai diberlakukan 20 April hingga 20
              Mei 2021 selama jam kerja, yakni mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

              "Kalau secara offline maka ada jam kerjanya dari jam 8 pagi sampai 3 sore. Tet kalau pengaduan,
              konsultasi atau yang lainnya itu dilakukan secara daring tentu tidak ada jam kerja seperti secara
              offline," kata Ida.

              Ida  mengatakan,  posko  THR  2021  tidak  hanya  dibentuk di  pemerintah  pusat, tetapi  juga  di
              Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Pendirian Posko THR di pusat dan daerah ini
              dilakukan agar pelaksanaan koordinasi menjadi lebih efektif. Ida berharap, Posko THR dapat
              berjalan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan perundangan dengan tertib dan efektif, serta
              tercapai kesepakatan yang dapat memuaskan para pihak, yaitu pekerja/buruh dan pengusaha.

              Berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  No  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  disebutkan
              pengusaha yang tidak membayar THR dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis,
              pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi serta
              pembekuan kegiatan usaha.

              "Dengan  adanya  posko  THR  Keagamaan  Tahun  2021  ini  diharapkan  pemberian  THR  dapat
              berjalan  sesuai  dengan  mekanisme  dan  ketentuan  perundang-undangan  d  serta  tercapai
              kesepakatan yang memuaskan baik buruh maupun pengusaha," tutup Ida.

              Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id).























                                                           195
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201