Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 4

Dari pemberitaan media massa dan media sosialkita tahu sejumlah organisasi buruh mengancam
              akan  dan  bahkan  sebagian  telah  menggelar  demo  besar-besarkan  jika  THR  tahun  ini  tidak
              dibayar penuh. Ancaman dari pekerja ini muncul karena ditengarai sejumlah perusahaan dan
              pengusaha telah melontarkan usulan kepada Menteri Tenaga Kerja RI agar memperbolehkan
              pengusaha mencicil atau memotong jumlah THR.

              Berbeda dengan situasi sebelum pandemi Covid-19 di mana pemberian THR relatif lancarsaat ini
              situasinya memang berbeda. Meluasnya ancaman virus Covid-19 ke hampir semua negara di
              dunia menyebabkan kondisi perekonomian global maupun nasional menjadi lesu. Dengan dalih
              kondisi  ekonomi  tengah  lesumaka  sejumlah  pengusaha  pun  dilaporkan  telah  meminta
              pemerintah memahami kondisi yang tengah dialami para pengusaha.

              Di  berbagai daerahtidak  sedikit  perusahaan  yang  terancam  kolaps  gara-gara  imbas  pandemi
              Covid-19. Sejumlah perusahaan yang mampu bertahan hidupbiasanya juga belum sepenuhnya
              mampu keluar dari tekanan krisis ekonomi. Dalam kondisi perekonomian yang serba sulit seperti
              sekarang inisejumlah pengusaha pun mengusulkan opsi agar mereka boleh menyicil atau bahkan
              memotong jumlah THR yang diterima para pekerja.
              Bagi para pengusahaketika pangsa pasar terus menurun dan pendapatan perusahaan tidak lagi
              menguntungkanbisa dipahami jika kewajiban memberi THR menjadi beban berat. Sementara
              itubagi para pekerjaTHR pada dasarnya adalah hakdan tidak ada alasan perusahaan menyicil
              atau menolak memberi THR.
              PP  Nomor  78  Tahun  2015  menyebutkanbahwa  THR  adalah  kewajiban  pengusaha  yang
              dibayarkan kepada pekerja. THR adalah pendapatan non-upah yang biasanya diberikan pada
              saat-saat momentum Hari Raya Keagamaan. ArtinyaTHR semestinya bukan dipersepsi sebagai
              bagian dari pos pengeluaran yang membebani perusahaanmelainkan merupakan investasi sosial
              yang bermanfaat menjamin reputasi dan kelangsungan masa depan perusahaan.

              Tahun 2020 lalu Kementerian Tenaga Kerja RI memang mengizinkan pengusaha untuk mencicil
              atau  menunda  pembayaran  THR  akibat  imbas  pandemi  Covid-19.  Di  tahun  2021  ini  apakah
              Kemnaker akan kembali mengeluarkan kebijakan yang samatentu tergantung pada banyak hal.
              Bukan tidak mungkin pemerintah akan memberi toleransi kepada sebagian perusahaan yang
              dinilai tidak kuat membayar THR sesuai ketentuan. Memilih membela perusahaan atau berpihak
              kepada kepentingan para pekerjabagi pemerintah adalah situasi yang serba dilematis.

              Memutuskan  bagaimana  mekanisme  pembayaran  THR  yang  menjadi  hak  pekerjapemerintah
              seperti  dihadapkan  pada  situasi  yang  dilematis.  Meski  pemerintah  menyadari  bahwa  kondisi
              ekonomi para pengusaha sebagian besar kurang menyenangkan. Namun demikianTHR adalah
              hak sepenuhnya para pekerja.

              Selama setahun terakhirbukan rahasia lagi bahwa banyak pekerja harus melalui situasi yang sulit
              karena upah mereka dipotong dengan alasan dampak pandemi Covid-19. Untuk itudi mata para
              pekerja THR adalah bagian dari hak yang telah ditunggu-tunggu kedatangannya.

              Bagi para pekerjaketika banyak perusahaan berhasil mengeruk keuntungan besarmereka rata-
              rata ekspansif dan memperbesar skala usahanya tanpa mau berbagi keuntungan kepada para
              pekerja.  Ini  berbeda  bila  dibandingkan  dengan situasi  pandemi  Covid-19.  Ketika  perusahaan
              rugipara  pengusaha  dengan  cepat  biasanya  akan  mengeluh  dan  meminta  pengertian  para
              pekerja agar mereka ikut memiliki terhadap nasib perusahan.

              Sikap pengusaha yang mengeluh ketika buntungdan diam saja ketika untungbagi para pekerja
              tentu dinilai kurang adil. Meminta para pekerja memahami kondisi perusahaan dan bersedia THR
              dicicil  atau  tidak  dibayarkandi  satu  sisi  memang  wajar  dilakukan  karena  kelangsungan



                                                            3
   1   2   3   4   5   6   7   8   9