Page 469 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 469
Judul Setahun Pandemi, Pekerja Migran Indonesia Menunggu Kepastian
Nama Media republika.co.id
Newstrend Perlindungan PMI
Halaman/URL https://www.republika.co.id/berita/qrsdm2282/setahun-pandemi-
pekerja-migran-indonesia-menunggu-kepastian
Jurnalis Karta Raharja Ucu
Tanggal 2021-04-19 08:03:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Ketua DPP Partai NasDem bidang Migran Setahun lebih pandemi Covid 19 menghantam ekonomi
dunia. Banyak negara menutup diri dengan tidak membuka sama sekali akses warga negara lain.
Kenyataan ini membuat Indonesia sebagai salah satu negara paling banyak mengirimkan pekerja
migran ke berbagai negara seperti limbung. Belum lagi sebelum pandemi beberapa aturan yang
disusun dalam negeri tidak bersambut baik dengan negara tujuan pekerja migran mencari rezeki.
Ini membuat penempatan pekerja migran Indonesia hanya 15 persen dari tahun sebelum
pandemi.
SETAHUN PANDEMI, PEKERJA MIGRAN INDONESIA MENUNGGU KEPASTIAN
Oleh: Yulisa Baramuli, Ketua DPP Partai NasDem bidang Migran Setahun lebih pandemi Covid 19
menghantam ekonomi dunia. Banyak negara menutup diri dengan tidak membuka sama sekali
akses warga negara lain.
Kenyataan ini membuat Indonesia sebagai salah satu negara paling banyak mengirimkan pekerja
migran ke berbagai negara seperti limbung.
Belum lagi sebelum pandemi beberapa aturan yang disusun dalam negeri tidak bersambut baik
dengan negara tujuan pekerja migran mencari rezeki. Ini membuat penempatan pekerja migran
Indonesia hanya 15 persen dari tahun sebelum pandemi.
Saya melihat persoalan ini membutuhkan kerja bersama seluruh stakeholders. Sejak pandemi
penempatan pekerja migran Indonesia menurun drastis. Ditambahkan kemudian aturan dalam
negeri yang kita susun belum disambut baik oleh negara penempatan pekerja migran.
Melihat ada beberapa negara yang sudah dibuka untuk pekerja migran tetapi pekerja Indonesia
belum bisa masuk.
Bagi negara yang penempatan sudah dibuka Badan Pekerja Migran Indonesia dan Kemenaker,
sebaiknya langsung membuat langkah agar para pekerja kita bisa ditempatkan. Seperti
Hongkong dan Taiwan.
468

