Page 411 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 411

BURUH SIAP BERTERIAK SAAT MAY DAY

              F-Hukatan KSBSI: Masih Banyak Persoalan yang Harus Diselesaikan Pemerintah

              Jelang Hari Buruh 1 Mei 2021 atau yang dikenal May Day, DPC Federasi Kehutanan Industri
              Umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-
              Hukatan    KSBSI)  Kabupaten      Sukabumi,  konsisten     menyoroti  beberapa  persoalan
              ketenagakerjaan, terutama PR pengawas ketenagakerjaan.

              Ketua DPC F-Hukatan KSBSI Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriatna mengatakan, hari buruh
              atau may day di tengah kondisi pandemi Covid-19 kondisi buruh semakin menjerit.

              "Kondisi buruh saat ini, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga juga, kurang lebih itulah yang bisa
              diutarakan," kata Nendar.

              Kendati demikian, serikat buruh di bawah kepemimpinannya itu akan tetap menyoroti sejumlah
              persoalan, tentang ketenagakerjaan khususnya PR pengawas ketenagakerjaan dan administrasi
              Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker-trans) Kabupaten Sukabumi.

              "Dalam beberapa tahun terakhir ini, pasca ditariknya wewenang pengawas ketenagakerjaan ke
              Provinsi  Jawa  Barat, justru  dinilai  malah  semakin  ngacapruk  (ngaco).  Akses  pelayanan  yang
              dibutuhkan dalam penegakan aturan khususnya norma dianggap menjadi makin ribet," tegas
              Nendar.

              Ia  mencontohkan,  dua  kali  pengaduan  ke  pengawas  tentang  pelanggaran  normatif  di
              perusahaan outsourcing rekanan PT. Semen Jawa, yang diduga juga ada keterlibatan PT. Semen
              Jawa ternyata tidak jelas sampai sekarang.

              "Selanjutnya  terdapat  dugaan  adanya  system  hubungan  industrial  berbau  penjajahan  jaman
              modern di sektor perkebunan PT. Djasula wangi Cirendeu Nagrak. Sempat ramai kemarin 15
              tahun bekerja tanpa jaminan sosial dan upah jauh di bawah UMK, sepi-sepi saja kan pemerintah,"
              papar Nendar geram.

              Lalu belakangan mencuat kembali persoalan jeritan ribuan buruh eks PT. Muara Griya Lestari
              (MGL), yang hingga hari ini upahnya masih belum jelas.

              "Dalam hal ini saya sebagai anggota LKS Tripartit berharap semua pihak baik dari bupati, DPRD
              maupun  pengawas  ketenagakerjaan  sebaiknya  merespon.  Agar  tidak  didoakan  fasilitas  yang
              kalian dapatkan dari keringat para buruh menjadi tidak barakah," imbuhnya.

              Di bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, tahun 2021 Masehi, momentum may day kali ini dirinya
              mengajak  semua  element  untuk  membantu  perjuangan  buruh.  Apalagi  THR  terancam  akan
              menjadi salah satu faktor kegaduhan jika timbul masalah.

              "Artinya secara keseluruhan terlalu banyak masalah hanya bagaimana kita menyikapinya. May
              day tetap lah may day, hari dimana para buruh berteriak penuh harap tentang permasalahan
              yang di alaminya," tandasnya.(crl/d)

              caption :

              BERDEMO:  F-Hukatan  KSBSI  Kabupaten  Sukabumi  menggelar  aksi  demo  sebelum  adanya
              pandemi Covid-19.






                                                           410
   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416