Page 459 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 459

"Kelonggaran  semacamnya  juga  sudah  difasilitasi,  jadi  tidak  ada  alasan  untuk  tidak
              dilaksanakan," kata Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Adi Mahfudz Wuhadji
              di Jakarta, Senin (26/4).

              Adi yang juga Ketua Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia
              (APINDO) ini mengatakan, keputusan Menteri Ketenagakerjaan untuk menerbitkan Surat Edaran
              mengenai pembayaran THR secara penuh pada Lebaran 2021 telah dikomunikasikan terlebih
              dahulu dengan stakeholder terkait. Sehingga, tidak ada alasan untuk tak membayarkan THR.

              "Regulasi  harus  ditegakkan,  tidak  boleh  abu-abu.  Yang  penting  juga  sudah  dikomunikasika
              dengan informasi yang cukup jelas. Saya kira pendekatan yang disampaikan Menaker sudah
              tepat, bagi pengusaha yang mampu tidak ada alasan apapun untuk tidak dibayarkan," ujarnya.

              Ia  menyampaikan,  pada  prinsipnya  seluruh  pengusaha  sepakat  bahwa  THR  merupakan  hak
              pekerja yang harus dibayarkan. THR juga sebagai bentuk memacu produktivitas pekerja dan
              bentuk rasa syukur pengusaha dalam keberlangsungan usahanya. Namun, tidak dapat dipungkiri
              bahwa sejumlah sektor masih belum bangkit dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19.

              "Bagi yang tidak mampu membayar tepat waktu sebaiknya kedepankan dialog. Bagi yang sama
              sekali tidak mampu, seyogyanya ada kesepakatan bersama," ujar Adi.

              Menteri Ketenagakaerjaan Ida Fauziyah mengatakan, kewajiban pengusaha untuk membayarkan
              THR  pekerja  atau  buruh  secara  penuh,  telah  mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  dan
              telah dikomunikasikan dengan stakeholder terkait.

              "Pelaksanaan THR tahun ini sudah mempertimbangkan kondisi perekonomian kita. Pemerintah
              sudah  memberikan  banyak  insentif,  stimulus  kepada  dunia  usaha  dan  sebelum  saya
              mengeluarkan surat edaran ini kami telah melakukan diskusi dengan stakeholder yang ada,"
              ujarnya dikutip Antara.

              (*).







































                                                           458
   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463   464