Page 70 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 APRIL 2021
P. 70

Ringkasan

              Menurut Ida Fauziah, pandemi COVID-19 memang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi
              global. Hampir seluruh negara pertumbuhan ekonominya minus. "Hanya ada dua negara yang
              pertumbuhan  ekonominya  positif.  Yakni  China  dan  Vietnam.  BLK  sebagai  alat  mengejar
              ketertinggalan ekonomi global karena pandemi COVID-19," katanya saat dialog di Balai Latihan
              Kerja  (BLK)  Banyuwangi,  Jumat  (2/4/2021).  Namun  di  balik  itu,  kata  Ida  Fauziah,  pandemi
              COVID-19 menjadi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
              Oleh sebab itu, BLK harus menjadi ujung tombak pemerintah untuk mencetak angkatan kerja
              yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.



              MENAKER SEBUT BALAI LATIHAN KERJA HARUS MELAKUKAN TRANSFORMASI

              Menurut Ida Fauziah, pandemi COVID-19 memang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi
              global. Hampir seluruh negara pertumbuhan ekonominya minus. "Hanya ada dua negara yang
              pertumbuhan  ekonominya  positif.  Yakni  China  dan  Vietnam.  BLK  sebagai  alat  mengejar
              ketertinggalan ekonomi global karena pandemi COVID-19," katanya saat dialog di Balai Latihan
              Kerja (BLK) Banyuwangi, Jumat (2/4/2021).

              Namun  di  balik  itu,  kata  Ida  Fauziah,  pandemi  COVID-19  menjadi  kesempatan  untuk
              meningkatkan  kompetensi  sumber  daya  manusia  (SDM).  Oleh  sebab  itu,  BLK  harus  menjadi
              ujung  tombak  pemerintah  untuk  mencetak  angkatan  kerja  yang  memiliki  kompetensi  sesuai
              kebutuhan dunia kerja.

              "BLK yang dikelola  pemerintah  pusat ini  salah satu  alternatif  mempercepat  kompetensi.  BLK
              jangan menjadi produk pengangguran baru. Oleh karena itu penting sekali mensinergikan BLK
              dengan dunia usaha dan industri," katanya.

              Untuk  mewujudkan  hal  tersebut,  BLK  harus  segera  bertransformasi.  Baik  dari  sisi  branding
              kelembagaan  maupun  merevitalisasi  peralatan-peralatan  yang  sudah  usang  dan  tidak
              dibutuhkan.

              Pelatihan-pelatihan yang dilakukan harus disesuaikan dengan demand (permintaan) dunia usaha
              dan industri. "Untuk itu harus ada transformasi BLK. BLK harus menjadi balai pelatihan vokasi
              yang menjadi pusat pelatihan soft skill berdaya saing berstandar nasional dan internasional,"
              imbuhnya.

              "Kemudian  kaitannya  dengan  rebranding,  jangan  sampai  BLK  ini  dulu,  dulu  identik  dengan
              tempat memajang peralatan-peralatan usang," tambah Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
              ini.

              Selanjutnya, Fauziah meminta agar BLK tidak hanya sekedar memberikan pelatihan terhadap
              angkatan  kerja.  Namun  yang  lebih  penting  lagi,  ialah  bagaimana  mendistribusikan  angkatan
              kerja tersebut dalam dunia usaha.

              "Untuk mengatasi pengangguran ini, BLK tidak cukup hanya melakukan pelatihan. Tapi juga
              harus  melakukan  sertifikasi.  Tidak  cukup  sertifikasi,  juga  harus  sampai  penempatannya.
              Sehingga para angkatan kerja yang sudah memperoleh bekal soft skill ini benar-benar terserap
              ke dunia usaha maupun industri. BLK juga harus menjadi pintu masuk bagi para pelaku UMKM,"
              tegasnya.

              Di  sinilah  pentingnya  menjadikan  BLK  sebagai  tempat  berkumpul  stakeholder.  Baik  para
              pemangku  kebijakan,  para  angkatan  kerja,  maupun  para  penyedia  pekerjaan.  Sehingga


                                                           69
   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75