Page 105 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 105
Judul Operasikan 15 Persen Penerbangan, Lion Air Rampingkan Ribuan
Karyawan
Nama Media bisnis.com
Newstrend Kinerja Lion Air Group
Halaman/URL https://ekonomi.bisnis.com/read/20210801/98/1424481/operasikan-
15-persen-penerbangan-lion-air-rampingkan-ribuan-karyawan
Jurnalis Anitana Widya Puspa
Tanggal 2021-08-01 16:47:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Lion Air Group mengambil keputusan untuk merampingkan struktur karyawan dengan
merumahkan sebanyak 25 persen – 35 persen karyawan dari total 23.000 karyawan perusahaan
seiring dengan terbatasnya frekuensi penerbangan. Corporate Strategic Lion Air Group Danang
Mandala Prihantoro mengatakan selama ini dalam tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna
menjaga kontinuitas perusahaan, Lion Air Group tetap beroperasi secara bertahap dengan
kapasitas 10 persen -15 persen dari kondisi sebelum pandemi Covid-19 yakni rerata 1.400
penerbangan per hari.
OPERASIKAN 15 PERSEN PENERBANGAN, LION AIR RAMPINGKAN RIBUAN
KARYAWAN
Lion Air Group mengambil keputusan untuk merampingkan struktur karyawan dengan
merumahkan sebanyak 25 persen – 35 persen karyawan dari total 23.000 karyawan perusahaan
seiring dengan terbatasnya frekuensi penerbangan.
Corporate Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan selama ini dalam
tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kontinuitas perusahaan, Lion Air Group
tetap beroperasi secara bertahap dengan kapasitas 10 persen -15 persen dari kondisi sebelum
pandemi Covid-19 yakni rerata 1.400 penerbangan per hari.
Dia melanjutkan dengan kondisi pendapatan sangat minimal, perusahaan juga masih mempunyai
komitmen finansial yang harus dipenuhi.
Di sisi lain, saat ini terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi sementara
operasional pada rute-rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya harus ditanggung masih
cukup besar. Kondisi pasar dan jumlah penumpang yang mengalami penurunan turut
mengakibatkan turunnya jumlah frekuensi terbang (produksi layanan penerbangan).
104

