Page 137 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 137

Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJAMSOSTEK ditentukan hingga bulan Juni 2021,
              demikian rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/7).
              Penyaluran  dana  BSU  ini  diberikan  kepada  pekerja  terdampak  di  wilayah  Pemberlakuan
              Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 di seluruh Indonesia.

              Rekening bank yang bisa menerima BSU ini hanya yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik
              Negara (Himbara), yakni Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN. Besaran BSU tahun
              2021 mencapai Rp500 ribu selama 2 bulan yang diberikan sekaligus atau total mencapai Rp ljuta.

              Direktur Utama BPJ AMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo menyatakan dipercayakannya lagi pihaknya
              untuk menyediakan data pekerja penerima BSU menunjukkan pentingnya data.

              Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang valid.

              Data kepesertaan BPJ AMSOSTEK tersebut merupakan bank data pekerja terbesar di Indonesia.

              Untuk itu Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan dan selalu menjaga
              validitas datanya.

              Para pekerja juga harus selalu memastikan telah mendapat perlindungan BPJ AMSOSTEK.

              "Dengan  menjadi  peserta  BPJAM-SOSTEK,  pekerja  terlindungi  dari  risiko  kerja,  dan  juga
              mendapatkan nilai tambah, seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJS-TKU
              dan cek di HRD masing-masing," kata Anggoro.

              Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank  Himbara
              akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.

              "KantorCabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
              kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu Nomor Induk
              Kependudukan (NIK), nama lengkap, tanggal lahir, alamat pemberi kerja, nama ibu kandung,
              nomor telepon selular dan alamat email. Mohon kerjasama pihak perusahaan agar proses ini
              dapat berjalan lancar," ujar Anggoro.


              Penyerahan data BSU dilakukan secara bertahap kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
              BPJ  AMSOSTEK,  pada  Jumat  (30/  7).  menyerahkan  1  juta  data  peserta  tahap  pertama  ke
              Kemnaker. "Kami harapkan proses penyampaian data dapat selesai pada Agustus 2021," ucap
              Anggoro.

              Kantor cabang BPJ AMSOSTEK seluruh Indonesia sebagai garda terdepan pengumpulan tersebut
              menyatakan siap melaksanakan tugas tersebut agar pekerja yang berhak menerima bantuan
              tersebut.

              Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mampang Ali Mugni T mengatakan sudah
              berkoordinasi dengan perusahaan peserta di wilayah kerjanya untuk penyediaan data pekerja
              yang dibutuhkan.

              "Kami siap mengumpulkan data yang valid agar BSU tepat sasaran dan perusahaan diharapkan
              membantunya dengan mendaftarkan selu ruh pekerjanya dan tertib iuran," ucap Ali. (Ant)







                                                           136
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142