Page 189 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 189

Kepala BP Jamsostek NTB Adventus Edison Souhuwat menambahkan, berdasarkan ketentuan
              terbaru, tahun 2021 subsidi upah diberikan kepada 28 provinsi dengan 167 kabupaten atau kota
              dengan PPKM level 3 dan 4.

              Di Mataram, tahun lalu, ada 55.000 pekerja mendapat subsidi upah. Tahun ini, ada 167 badan
              usaha dan 32.000 pekerja sedang diverifikasi. Dari 32.000 pekerja yang sedang diverifikasi, bisa
              jadi  jumlahnya  bertambah  atau  berkurang.  Apalagi,  tidak  seluruh  sektor  yang  mendapatkan
              bantuan.

              Menurut Adventus, pekerja di sektor pertanian dalam arti luas yang mencakup perusahaan di
              sektor  tanaman  pangan  dan  hortikultura,  peternakan,  kelautan,  perikanan,  termasuk  sektor
              pendidikan  dan  kesehatan  tidak  mendapatkan  bantuan.  Alasannya,  pemerintah  sudah
              memberikan insentif dari program lain.

              Selain itu, pekerja yang tidak mendapatkan bantuan adalah dari sektor pertambangan, pekerja
              sektor jasa keuangan dan investasi, dan pekerja sektor energi dan telekomunikasi.
              "Selain lima sektor ini tetap diberikan. Pasti perusahaannya ada di daerah yang masuk kategori
              level 4 penyebaran Covid-19. Di luar Kota Mataram, mohon dimaklumi kalau tidak dapat bantuan
              subsidi upah karena ketentuannya sudah diatur negara," kata Adventus.

              Gede berharap perusahaan yang ada di NTB mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS
              Ketenagakerjaan. Tidak hanya untuk melindungi risiko sosial, kecelakaan kerja, dan kematian,
              tetapi juga dalam kondisi seperti merebaknya pandemi Covid-19.

              Tidak  di  rumah    Di  Ibu  Kota,  berbagai  bantuan  tunai  dan  nontunai  bagi  warga  terdampak
              pandemi juga sudah mulai didistribusikan. Selain itu, demi mengoptimalkan penanggulangan
              pandemi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta warganya yang positif Covid-19 tanpa gejala
              atau gejala ringan untuk menjalani isolasi mandiri di fasilitas khusus isolasi. Dengan demikian,
              warga dapat menjalani isolasi sesuai protokol kesehatan dan terpantau oleh tenaga kesehatan.
              Pemprov DKI mencatat 26.961 warganya tengah menjalani isolasi mandiri di rumah. Kebanyakan
              merupakan orang tanpa gejala. Sementara warga yang menjalani isolasi di rumah sakit mencapai
              13.849 jiwa.

              Di sisi lain, LaporCovid-19 mendata 57 warga Ibu Kota meninggal ketika menjalani isolasi mandiri
              di rumah. Adapun pemprov mencatat jumlah kematian berkali lipat mencapai 1.284 jiwa.

              Berkaca dari situasi tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga
              sebaiknya menjalani isolasi mandiri di fasilitas khusus isolasi supaya bisa disiplin dalam protokol
              kesehatan dan terpantau oleh tenaga kesehatan guna meminimalkan risiko kematian.

              "Di rumah bukan tidak boleh, tetapi pastikan aman. Bisa disiplin jaga jarak, tidak berinteraksi
              sampai selesai isolasi, dan terpantau tenaga kesehatan. Jangan lupa komunikasi intensif dengan
              puskesmas  atau  satgas  setempat,"  katanya  dalam  wawancara  daring  dengan  awak  media,
              kemarin.













                                                           188
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194