Page 256 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 256
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan menerima data calon penerima bantuan pemerintah berupa
subsidi gaji/upah (BSU) bagi pekerja/buruh dari BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat
(30/7/2021). Prosesi serah terima data ini sebagai tanda dimulainya program BSU tahun 2021.
KEMNAKER SUDAH TERIMA DATA DAN ATURAN SUDAH RAMPUNG, SUBSIDI UPAH
PEKERJA RP 1 JUTA SEGERA CAIR
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Ketenagakerjaan menerima data calon penerima
bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah (BSU) bagi pekerja/buruh dari BPJS
Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat (30/7/2021).
Prosesi serah terima data ini sebagai tanda dimulainya program BSU tahun 2021.
Selain itu, dikutip dari Kompas.com, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah
merampungkan aturan terkait dengan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2021 yang tertuang
dalam Permenaker No 14 tahun 2020 yang diundangkan pada 28 Juli 2021.
Permenaker ini mengatur mengenai perubahan Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah berupa
Subsidi Gaji/Upah bagi Bekerja/Buruh dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease 2019
(Covid-19) dan mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan bahwa pada hari ini pihaknya menerima
data dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 1 juta calon penerima bantuan dari 8,73 juta
pekerja/buruh yang diproyeksikan akan menerima BSU.
Untuk jumlah calon penerima tersebut, Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,8 Triliun.
"Nantinya data 1 juta calon penerima BSU tersebut akan dicek dan di-screening oleh
Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan kesesuaian format data, dan menghindari
duplikasi data," ujar Menaker Ida dikutip dari laman resmi Kemenaker.
Menaker Ida meminta kepada seluruh perusahaan yang belum menyerahkan data rekening
pekerjanya agar segera menyerahkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
Begitu pula para pekerja/buruh yang memenuhi syarat, tapi belum menyerahkan data nomor
rekening bank-nya ke perusahaan agar segera menyerahkan ke perusahaan guna memperlancar
proses pemberian bantuan.
"Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan dan pekerja/buruh di seluruh Indonesia yang
belum mendaftar di program BPJS Ketenagakerjaan , segera daftarkan diri kita dan
pekerja/buruh kita pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan .
Dengan demikian kita semua dapat terlindungi, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini,"
ucapnya.
Ia berharap, bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi para pekerja/buruh dan
juga perusahaan yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini.
"Gunakanlah sebaik-baiknya dana bantuan yang telah diberikan. Patuhi protokol kesehatan, dan
terus optimis kita pasti bisa melewati masa sulit ini apabila bersama-sama," katanya.
Adapun, pekerja/buruh yang akan mendapat bantuan harus memenuhi seluruh persyaratan yaitu
WNI yang dibuktikan dengan NIK dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang
255

