Page 69 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 69
Lion Air Group, sebagai salah satu maskapai terbesar di Indonesia, mengaku bahwa dalam
kondisi pandemi, pengoperasian armadanya hanya 10 sampai 15 persen dari kapasitas normal
sebelum Covid-19 menyebar Saat itu mereka rata-rata beroperasi sampai 1.400 penerbangan
per hari.
Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro menyatakan bahwa
kondisi pendapatan perusahaan sangat minimaL Di sisi lain, banyak komitmen finansial yang
harus dipenuhi. "Juga, terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi, sementara
operasional pada rute-rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya yang harus ditanggung masih
cukup besar," ujarnya.
Berdasar hasil pemetaan, sambung Danang, jumlah produksi pekerjaan dengan sumber daya
manusia tidak sesuai secara perhitungan alias tidak berimbang. "Oleh karena itu, dalam jangka
waktu yang diperlukan, Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan
merumahkan karyawan dengan status bukan PHK," tegasnya
Menurut Danang, jumlah karyawan yang dirumahkan adalah 25-35 persen karyawan dari 23.000
karyawan atau sekitar 8.000 karyawan. Selama mereka berstatus dirumahkan, Lion Air Group
akan berusaha membantu dengan memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan
perusahaan Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Assosiation (INACA) Bayu Sutanto
menambahkan, jika pandemi masih berkepanjangan, pengurangan jumlah karyawan merupakan
konsekuensi logis dari krisis di industri penerbangan. "Bergantung bagaimana pilihan maskapai
untuk bertahan," ujarnya.
INACA memprediksi pemulihan sektor penerbangan membaik pada 2022. Namun, baru akan
menyentuh trafficnoimal diperkirakan pada 2024 untuk penerbangan domestik dan 2026 untuk
penerbangan internasional. "Tingkat akurasi prediksi ini bergantung pada vaksinasi, seberapa
efektif dan cepat," ujarnya. (agf/cl2/dio)
caption:
LAKUKAN EFISIENSI: Sejumlah pesawat milik Lion Air Group di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa
Timur. Akibat pandemi, operasional maskapai itu hanya 10 sampai 15 persen dari kapasitas
normal sebelum Covid-19 menyebar.
68

