Page 773 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 773

Jenazah Masripah (36), pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKW asal warga Desa Sukamulya,
              Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya dimakamkan di Turki.
              PMI  yang  sebelumnya  diklaim  meninggal  dunia  akibat  santet  oleh  pihak  perekrut  tersebut
              tepatnya dimakamkan di Mersin, Turki, Kamis (29/7/2021).

              Saat  proses  pemakaman,  keluarga  hanya  bisa  menyaksikannya  melalui  Zoom  meeting  dari
              ponsel sang suami.

              "Pemakaman  juga  disaksikan  oleh  keluarga,  para  tetangga,  SBMI  Indramayu,  SBMI  pusat,
              BP2MI,  Disnaker  Indramayu.  Keluarga  menyaksikan  di  zoom  meeting  di  rumah  melalui  HP
              suaminya,"  ujar  Ketua  Serikat  Buruh  Migran  Indonesia  (SBMI)  Cabang  Indramayu,  Juwarih,
              kepada Tribuncirebon.com, Jumat (30/7/2021).

              Juwarih menceritakan, sekilas pula tampak raut sedih yang menyelimuti keluarga ketika proses
              pemakaman tengah berlangsung.

              Proses  pemakaman  itu  juga  dilakukan  secara  protokol  kesehatan,  mengingat  meninggalnya
              Masripah dipastikan karena Covid-19.

              Di Turki, TKW yang bersangkutan diketahui baru bekerja selama 1 hari dan tiba-tiba kondisi
              kesehatannya drop hingga meninggal dunia pada 22 Juli 2021.

              Di sisi lain, SBMI Indramayu juga mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh Kedutaan Besar
              Republik Indonesia (KBRI) Ankara di Turki.

              Selain  mendesak  pihak  agensi  untuk  melunasi  biaya  rumah  sakit,  KBRI  Ankara  Turki  juga
              memfasilitasi proses pemakaman secara live agar bisa disaksikan langsung oleh pihak keluarga.

              "Ini  mungkin  baru  pertama  kali  ada  kedutaan  besar  yang  mau  rela  memfasilitasi  proses
              pemakaman secara live melalui zoom."

              "SBMI belum tahu ada KBRI lain yang melakukan hal seperti ini," ujar dia.

              Padahal, kata Juwarih, jarak dari kota Ankara menuju Mersin, tempat pemakaman Masripah,
              terhitung cukup jauh.
              Hanya saja, pihak KBRI tetap mengirimkan perwakilannya untuk datang secara langsung.

              Ia juga berharap, apa yang dilakukan KBRI Ankara Turki bisa pula dicontoh oleh kedutaan besar
              di negara lainnya.

              "Harapan  SBMI  juga  hal  ini  bisa  menjadi  contoh  bagi  KBRI  lain  karena  KBRI  itu  perwakilan
              Indonesia di luar negeri dan ini yang seharusnya dilakukan," ujar dia. (*)


















                                                           772
   768   769   770   771   772   773   774   775   776   777   778