Page 159 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 159

Fitch yang bermarkas besar di New York ini memproyeksikan pada keseluruhan 2020 ekonomi
              RI akan terkontraksi 2%. Kendati demikian, ia mempertahankan rating RI antara lain karena
              pemerintah  dinilai  mampu  menyeimbangkan  prospek  pertumbuhan  jangka  menengah  yang
              menguntungkan  plus  rasio  utang  pemerintah  terhadap  produk  domestik  bruto  yang  rendah,
              dengan  faktor  masih  tingginya  ketergantungan  pada  pembiayaan  eksternal,  pendapatan
              pemerintah rendah, dan secara struktural tertinggal dibanding sesama negara berkategori 'BBB'
              terkait indikator tata kelola dan PDB per kapita.

              Sementara  itu,  per  6  Agustus  2020,  Kementerian  Keuangan  mencatat  realisasi  stimulus
              Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) meningkat ke 21,8%, setara Rp
              151,25 triliun dari pagu yang ditetapkan Rp 695,2 triliun tahun ini.

              Rinciannya, pertama, realisasi anggaran kesehatan sebesar Rp 7,14 triliun atau setara dengan
              14,4%  dari  pagu  senilai  Rp  87,55  triliun.  Anggaran  kesehatan  ini  diperuntukan  bagi  insentif
              kesehatan  pusat  dan  daerah,  santunan  kematian  tenaga  kesehatan,  kegiatan  Satuan  Tugas
              Penanganan  Covid-19,  serta  insentif  bea  masuk  dan  pajak  pertambahan  nilai  (PPN)  sektor
              kesehatan.
              Kedua, stimulus program perlindungan sosial tercatat sudah dikucurkan Rp 86,45 triliun, setara
              48,8% dari pagu Rp 203,91 triliun. Ini untuk Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako,
              bantuan sembako Jabodetabek, bantuan nontunai Jabodetabek, kartu prakerja, diskon listrik,
              dan bantuan langsung tunai (BLT).
              Ketiga, pencairan stimulus dukungan sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan pemda sebesar
              Rp 8,6 triliun, dari anggaran Rp 106,05 triliun. Dukungan ini diberikan untuk program padat
              karya K/L, dana insentif daerah (DID) untuk pemulihan ekonomi, dan dana alokasi khusus (DAK)
              fisik.

              Keempat, realisasi insentif usaha senilai Rp 16,6 triliun, setara 13,7% dari anggaran Rp 120,61
              triliun. Ini disalurkan untuk insentif pajak penghasilan (PPh) pasal 21 ditanggung pemerintah
              (DTP), pembebasan PPh pasal 22 impor, pengurangan angsuran PPh pasal 25, pengembalian
              pendahuluan PPN, dan diskon angsuran PPh badan.

              Kelima, realisasi dukungan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp 32,5
              triliun, atau setara 27,1% dari pagu senilai Rp 123,47 triliun. Ini antara lain disalurkan untuk
              penempatan  dana pemerintah  di  perbankan,  pembiayaan  investasi  Lembaga Pengelola  Dana
              Bergulir (LPDB), PPh final UMKM DTP, dan subsidi bunga UMKM.

              Namun di pos keenam, lagi-lagi untuk pembiayaan korporasi sama sekali belum ada realisasi
              apa-apa,  alias  nol.  Padahal,  anggarannya  yang  mencapai  Rp  53,57  triliun  ini  juga  hampir
              semuanya untuk korporasi BUMN, sedangkan yang bagi swasta sangat minim.

              Mengingat praktis kini hanya pemerintah dan BUMN yang masih punya kemampuan berbelanja,
              maka sangatlah penting pembiayaan perusahaan pelat merah ini segera dikucurkan. Belanja
              BUMN ini mul-tiplier effect-nya luar biasa besar, yang ditunggu-tunggu para kontraktor di daerah
              agar kembali bisa bergerak dan ekonomi sekitar berputar.

              Selain pembiayaan korporasi perlu dipercepat dan diguyurkan semuanya di kuartal III-2020,
              realisasi dukungan kepada UMKM juga bisa disekaliguskan bulan-bulan ini. Untuk memastikan
              pertumbuhan ekonomi di kuartal III ini bisa diangkat kembali positif, maka stimulus lanjutan
              Agustus-September juga harus benar-benar nendang.

              Untuk itu, stimulus korporasi swasta harus dinaikkan, setidaknya sama dengan korporasi BUMN.
              Selain itu, rencana stimulus total Rp 33,12 triliun yang akan diberikan kepada 13,8 juta pekerja
              non-PNS dan non-BUMN, misalnya, harus diperluas. Jika wacana kriteria saat ini aktif terdaftar


                                                           158
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164