Page 535 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 535

"Ekspektasi publik sangat luar biasa karena program subsidi upah ini harus benar-benar diterima
              oleh  pekerja/buruh  yang  memenuhi  persyaratan,  dan  dibayarkan  pada  nomor  rekening  atas
              nama penerima bantuan pemerintah subsidi upah," jelasnya.

              Ida menambahkan, bantuan Pemerintah ini merupakan program stimulus yang dikoordinasikan
              dan dibahas bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kemenkeu,
              dan BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2020.

              Sehingga, akurasi validasi data pekerja/buruh sangat penting karena ketepatan sasaran program
              ini bergantung dari verifikasi data yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

              Oleh  karena  itu,  pelaksanaan  bantuan  pemerintah  ini  mendapatkan  pendampingan  dari
              Kepolisian,  Kejaksaan  Agung,  KPK,  BPK  dan  BPKP  untuk  mengawasi  pelaksanaan  bantuan
              pemerintah berupa subsidi upah agar tepat sasaran.

              Adapun Ida menyebutkan persyaratan Pekerja/Buruh yang mendapat  insentif  harus memenuhi
              seluruh persyaratan, salah satunya penerima kartu prakerja tidak bisa mendapatkan subsidi gaji
              ini.

              1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan;  2.Terdaftar
              sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang
              dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;  3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran
              iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai upah
              yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;  4. Pekerja/Buruh penerima Upah;  5. Memiliki
              rekening bank yang aktif;  6. Tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program kartu
              prakerja;    7.  Peserta  yang  terdaftar  sebagai  peserta  aktif  di  BPJS  Ketenagakerjaan  sampai
              dengan bulan Juni 2020.

              " di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020  Pemerintah akan
              segera menyalurkan bantuan insentif Rp 2,4 juta kepada 13 juta tenaga kerja di sektor formal
              dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan. Pemberiannya akan dilakukan dalam dua tahap pada
              kuartal III dan IV tahun ini, atau Rp 1,2 juta di tiap tahap.

              Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin
              (BGS)  menuturkan,  bantuan  tersebut  hanya  diberikan  kepada  tenaga  kerja  formal  lantaran
              segmen masyarakat lainnya sudah menerima insentif lain dalam bermacam bentuk.

              "Memang pak presiden menyadari bahwa 29 juta rakyat termiskin sudah diberikan bermacam
              bantuan.  Jadi  contohnya  PKH  itu  berkisar  antara  600  ribu  sampai  1  juta.  Bansos  dan  kartu
              sembako itu Rp 200 ribu per bulan. Kemudian program untuk yang di-PHK besarannya sekitar
              Rp 3,6 juta dalam 4 bulan," paparnya dalam sesi teleconference, Jumat (7/8/2020).

              "Sehingga  memang  diharapkan  ini  justru  mengurangi  kesenjangan  sosial,  karena  segmen-
              segmen lain sudah diberikan bantuan," dia menambahkan.
              Dikatakannya, pemerintah juga menyadari sebagian besar tenaga kerja formal secara ekonomi
              kini  turut  kesulitan  akibat  wabah  pandemi  Covid-19.  Banyak  di  antara  mereka  yang  harus
              dirumahkan atau terkena pemotongan gaji.

              "Yang belum adalah segmen tenaga kerja formal yang tidak termasuk segmen tenaga kerja
              informal,  rakyat  miskin  atau  di-PHK,  yang  belum  mendapatkan  bantuan  karena  gaji  mereka
              dipotong," tuturnya.

              Secara mekanisme pembayaran, BGS menyampaikan, pemerintah akan mengalokasikan bansos
              Rp 2,4 juta dalam dua tahap melalui rekening tenaga kerja milik BPJS Ketenagakerjaan.


                                                           534
   530   531   532   533   534   535   536   537   538   539   540