Page 79 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 79
Judul Subsidi Rp 37,7 Triliun bagi Pekerja Terdampak Covid-19
Nama Media tagar.id
Newstrend Santunan Pegawai Swasta
Halaman/URL https://www.tagar.id/subsidi-rp-377-triliun-bagi-pekerja-terdampak-
covid19
Jurnalis R Antares P
Tanggal 2020-08-11 05:34:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah siap menyalurkan program
subsidi upah bagi pekerja atau buruh yang terdampak Pandemi Covid-19. Bantuan tunai itu, kata
dia, akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing pekerja atau buruh.
SUBSIDI RP 37,7 TRILIUN BAGI PEKERJA TERDAMPAK COVID-19
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah siap menyalurkan
program subsidi upah bagi pekerja atau buruh yang terdampak Pandemi Covid-19. Bantuan tunai
itu, kata dia, akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing pekerja atau buruh.
"Besaran bantuan sejumlah Rp 600 ribu per bulan, akan diberikan selama 4 bulan. Total yang
akan diterima masing-masing pekerja senilai Rp 2,4 juta yang dibayarkan setiap 2 bulan sekali,
masing-masing pencairan sebesar Rp 1,2 juta," ucap Ida dalam konferensi pers di Kantor
Presiden, Jakarta , Senin, 10 Agustus 2020.
Secara rinci ia menyebut jumlah calon penerima bantuan totalnya ada 15.725.232 orang, jumlah
itu telah ditingkatkan dari yang semula hanya 13.870.496 orang.
"Maka anggaran bantuan untuk subsidi upah ini mengalami kenaikan menjadi Rp 37,7 triliun
dari semula Rp 33,1 triliun," ujar Ida.
Ida mengatakan, dalam penyalurannya Menteri Ketenagakerjaan telah menetapkan Tim
Koordinasi Pelaksanaan yang bertujuan agar program tersebut berjalan tepat sasaran. Selain itu
dalam pelaksanaan program akan dikawal langsung oleh Kepolisian, Kejaksaan Agung, BPK,
BPKPK dan KPK.
Beberapa persyaratan berlaku, Ida menyebut penerima bantuan harus merupakan Warga
Negara Indonesia (WNI) berdasarkan Nomor Induk Kepedudukan (NIK).
"Kemudian terdaftar sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), yang masih aktif
di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan," kata Ida.
78

