Page 154 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2021
P. 154

NGGAK SANGGUP BAYAR FULL, 4 PERUSAHAAN INI MINTA CICIL THR

              Empat perusahaan di Boyolali hanya bisa mencicil THR Idul Fitri tahun ini. Mereka melaporkan
              hal itu ke Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali.

              "(Sampai saat ini) sudah ada empat perusahaan yang melapor ke Dinas, artinya melapor secara
              kelembagaan.  Melaporkan  kalau  mereka  membayar  THR  (kepada  karyawan)  tidak  bisa  full,
              artinya  mereka  melakukan  pembayaraan  secara  bertahap  atau  dicicil,"  ungkap  Kepala
              Dinkopnaker Boyolali, Syawaludin, ditemui di kantornya Senin (3/5/2021).

              Dari empat perusahaan tersebut, kata Syawaludin, tiga di antaranya disetujui membayar THR
              dicicil. Hal itu didasarkan dari laporan keuangan perusahaan dan sudah ada kesepakatan dengan
              serikat pekerja perusahaan setempat.

              "Tiga sudah kita jawab. Kita pelajari laporan keuangannya dan sudah ada kesepakatan sama
              buruh. Buruh juga menyadari," kata Swayaludin.

              Dua perusahaan menyatakan pembayaran THR akan diberikan dalam dua tahap. Yaitu tahap
              pertama 70 persen dan tahap kedua sebesar 30 persen. Sedangkan satu perusahaan lagi yang
              merupakan hotel, disepakati THR dibayarkan dicicil selamaa 12 bulan.

              "Kalau yang hotel dicicil 12 bulan, tapi sudah disepakati (dengan buruh), no problem. Kalau hotel
              kan kita tahu dampak COVID luar biasa," jelas dia.

              "Artinya tetap, badan usaha perusahaan itu tidak menghilangkan kewajibannya membayar THR,
              namun karena kondisi keuangannya, harus melakukan bertahap," sambungnya.

              Sedangkan  satu  perusahaan  lagi,  lanjut  Syawaladin,  belum  diberikan  tanggapan  karena
              perusahaan garmen itu juga tidak melampirkan laporan keuangannya.

              "Karena laporan keuangannya belum masuk ke kami. Rencana besok kami panggil," ujar dia.

              Dalam laporannya ke Dinkopnaker, kata Syawaludin, perusahaan itu akan membayarkan THR
              dicicil sebanyak 5 kali. Masing-masing 12,5 % sebanyak 4 kali dan terakhir 50 %. Selain belum
              melampirkan  laporan  keuangan,  ternyata  juga  ada  dua  pengaduan  dari  dua  orang  buruh
              setempat yang masuk ke Dinkopnaker.

              Menurut dia, materi aduannya yaitu pembayaran THR yang dilakukan secara bertahap, padahal
              sesuai Surat Edaran (SE) Menaker, itu tidak boleh. Disamping itu, kabar yang beredar di para
              buruh, THR akan diberikan dicicl selama 8 kali.

              "Maka, besok kita panggil manajemen dan serikat buruh," tuturnya.

              Lebih  lanjut  dijelaskan  dia,  jumlah  perusahaan  di  Boyolali  terdiri  perusahaan  besar  ada  73.
              Kemudian  perusahaan  sedang  31  dan  perusahaan  kecil  529.  Pihaknya  membuka  Posko
              pengaduan pembayaran THR tahun ini.

              Tonton juga Video: Dapat THR, Sisihkan Untuk Zakat Dulu [Gambas:Video 20detik]













                                                           153
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159