Page 141 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 141

Title          MENAKER SEBUT 18 PERSEN PEKERJA FORMAL DKI TERDAMPAK CORONA
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      20 Mei 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200520200628-92-505487/menaker- sebut-
               Page/URL
                              18-persen-pekerja-formal-dki-terdampak-corona
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menakerj)  Ida Fauziyah  mengatakan
               persentase pekerja formal yang terdampak pandemi  virus corona  (covid-19) di DKI
               Jakarta mencapai 18 persen, atau tertinggi dibandingkan provinsi-provinsi lain di
               Indonesia.

               "Secara spasial terdapat 5 provinsi dengan persentase pekerja formal terdampak
               covid-19 paling besar yaitu DKI sebesar 18 persen. Kemudian, berikutnya, ada Jawa
               Barat 17 persen Jawa Tengah 13,26 persen, menyusul Riau kemudian Jawa Timur
               8, 10 persen," ujarnya dalam webinar Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5).


               Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Kementerian Ketenagakerjaan hingga 10
               Mei 2020, kata Ida, total pekerja sektor formal yang dirumahkan dan terkena
               Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai 1,3 juta orang.

               Dari jumlah tersebut pekerja yang dirumahkan sebanyak 1 juta orang atau sebesar
               73 persen, sedangkan sisanya, yakni sebanyak 378 ribu orang terkena PHK.

               "Memang angka yang dirumahkan lebih besar, PHK lebih kecil karena kami terus
               mengimbau agar benar-benar PHK itu menjadi pilihan terakhir," tuturnya.

               Adapun secara total pekerja formal maupun informal yang terdampak covid-19
               hingga ini mencapai 1,7 juta orang. Jumlah tersebut sudah mencapai 58 persen dari
               prediksi jumlah pengangguran baru sebanyak 2,9 juta orang dengan skenario
               pertumbuhan ekonomi 0,4 persen.

               Jumlah tersebut, lanjut Ida, belum termasuk potensi 1,2 juta pekerja migran
               Indonesia yang di-PHK dan dirumahkan selama pandemi covid-19.

               "Ini masih terus kita amati. Jadi ada total kira-kira yang validasi datanya sudah
               bagus dan yang masih berproses, itu ada 3 juta orang yang berpotensi
               menganggur," tuturnya.

               Karena itu, ia memprediksi tingkat pengangguran akibat covid-19 ini bisa
               menyentuh kisaran 7 persen.

               "Atau kalau menggunakan skema terburuk bisa mencapai 8,75 persen. Saya dan
               kita semua tentu berharap angka pengangguran tidak sampai menembus 2 digit
               akibat pandemi ini, pungkasnya. (hrf/sfr).





                                                      Page 140 of 141.
   136   137   138   139   140   141   142