Page 352 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 OKTOBER 2021
P. 352

MENTERI PANRB: PENATAAN KELEMBAGAAN JADI KUNCI PERLINDUNGAN
              PEKERJA MIGRAN
              Menteri  Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi  Birokrasi  (  PANRB  )  Tjahjo  Kumolo
              menegaskan,  penataan  kelembagaan  dapat  menjadi  salah  satu  jawaban  untuk  menghadapi
              tantangan dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia ( PMI ).

              Beragam tantangan yang masih dihadapi seperti silo sistem layanan dan pengelolaan data PMI
              serta pembentukan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang belum secara merata menjangkau
              wilayah kantong pekerja migran Indonesia.

              "Beragam  tantangan  dalam  implementasi  pelindungan  pekerja  migran  Indonesia  dapat
              diselesaikan  dengan  strategi  penataan  kelembagaan,  integrasi  proses  bisnis  antar
              kementerian/lembaga dan instansi daerah, penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik
              (SPBE)  terintegrasi,  dan  optimalisasi  layanan terpadu  satu  atap,"  jelasnya  dalam  keterangan
              tertulis, Jumat (8/10/2021).
              Penataan kelembagaan pada masing-masing kementerian/lembaga dan instansi daerah perlu
              dilakukan, utamanya review terhadap tugas dan fungsi dengan mendasarkan pada pembagian
              peran di dalam Undang-Undang dan peraturan pelaksanaannya.

              Menurut  Tjahjo,  hal  ini  akan  mencegah  timbulnya  tumpang  tindih  tugas  dan  fungsi  antar
              lembaga yang bersama menaungi pekerja migran Indonesia. Optimalisasi pelindungan PMI perlu
              dilaksanakan  secara  kolaboratif  antar  instansi  pemerintah,  baik  pemerintah  pusat  maupun
              pemerintah daerah.

              "Pada  level  pemerintah  pusat,  Kementerian  Ketenagakerjaan,  Kementerian  Luar  Negeri,  dan
              BP2MI  mempunyai  peran  strategis  dalam  penanganan  pelindungan  pekerja  migran,"  imbuh
              Tjahjo.

              Pada level pemerintah daerah, masing-masing pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota,
              dan pemerintah desa perlu menyusun strategi dalam implementasi peran pelindungan PMI, salah
              satunya dengan melaksanakan amanat Layanan Terpadu Satu Atap Pelindungan Pekerja Migran
              Indonesia.

              Mantan Menteri Dalam Negeri ini lantas meminta implementasi amanat tersebut segera dilakukan
              dengan cepat untuk menjamin penyelenggaraan layanan penempatan yang mudah, murah, dan
              aman secara terintegrasi.

              Pedoman dalam mendesain organisasi pekerja migran Indonesia yang responsif dan adaptif telah
              dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran.

              "Pelindungan  PMI  juga  merupakan  bagian  penting  dalam  Nawacita  Presiden.  Hal  tersebut
              mengacu pada misi Presiden Pelindungan bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman
              pada Seluruh Warga. Dengan demikian, optimalisasi kelembagaan pelindungan Pekerja Migran
              Indonesia  apabila  dilaksanakan  secara  maksimal,  akan  memberi  dampak  besar  terhadap
              pencapaian visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden," jelasnya.

              Tjahjo  juga  mencatat,  sejumlah  arah  kebijakan  di  dalam  UU  Nomor  18/2017  sangat  erat
              kaitannya dengan bidang kelembagaan. Antara lain, kejelasan pembagian tugas Kementerian
              Ketenagakerjaan selaku penyusun kebijakan dan BP2MI selaku pelaksana kebijakan, penguatan
              peran  pemerintah  daerah  pada  level  provinsi,  kabupaten/kota,  hingga  desa  untuk
              bertanggungjawab  dalam  beragam  upaya  pelindungan  pekerja  migran  Indonesia,  dan
              pelindungan  pekerja  migran  Indonesia  sebagai  bagian  dari  penjaminan  Hak  Asasi  Manusia
              (HAM).

                                                           351
   347   348   349   350   351   352   353   354   355   356   357