Page 12 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 12

Judul           Karyawan Sering Bolos Bisa Kena PHK? Ini Aturannya
                Nama Media  kompas.com
                Newstrend       Omnibus Law
                Halaman/U       https://www.kompas.com/konsultasihukum/read/2021/08/03/060000480/k
                RL              aryawan-sering-bolos-bisa-kena-phk-ini-aturannya
                Jurnalis        Yohanes S. Hasiando Sinaga
                Tanggal         2021-08-03 06:00:00
                Ukuran          0
                Warna           Warna
                AD Value        Rp 17.500.000
                News Value      Rp 52.500.000
                Kategori        Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan         Korporasi
                Sentimen        Negatif



              Ringkasan

              Karyawan  sering  bolos,  apakah  bisa  kena  PHK?  Undang-Undang  memberikan  kategori
              bolos/mangkir setidaknya lima hari kerja atau lebih yang dapat diklasifikasikan sebagai salah
              satu alasan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut diatur dalam Pasal 81 angka 42
              Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang memuat aturan Pasal 154A
              ayat (1) huruf j Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.


              KARYAWAN SERING BOLOS BISA KENA PHK? INI ATURANNYA

              Karyawan sering bolos, apakah bisa kena PHK?

              Undang-Undang memberikan kategori bolos/mangkir setidaknya lima hari kerja atau lebih yang
              dapat diklasifikasikan sebagai salah satu alasan pemutusan hubungan kerja (PHK).

              Hal tersebut diatur dalam Pasal 81 angka 42 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang
              Cipta Kerja yang memuat aturan Pasal 154A ayat (1) huruf j Undang-Undang Nomor 13 Tahun
              2003 tentang Ketenagakerjaan.

              Pasal tersebut berbunyi:

              "Pemutusan Hubungan Kerja dapat terjadi karena alasan:

              j. Pekerja/buruh mangkir selama 5 hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan secara
              tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 kali secara
              patut dan tertulis."

              Berdasarkan  ketentuan  tersebut,  pengusaha  baru  dapat  melakukan  PHK  setelah  karyawan
              mangkir  lima  hari  kerja  atau  lebih  berturut-turut  dan  yang  bersangkutan  telah  dipanggil
              setidaknya dua kali secara patut dan tertulis, namun karyawan tersebut tetap tidak datang/tidak
              dapat memberikan keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah atas alasan
              mangkirnya.



                                                           11
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17