Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 73

"Pemerintah mengefluarkan kebijakan BSU ini juga untuk mencegah pengusaha memutuskan
              hubungan kerja dengan pekerjanya dan membantu pekerja yang dirumahkan atau berkurang
              penghasilannya  karena  pembatasan  jam  kerja.  Selain  itu,  diharapkan  mampu  meningkatkan
              daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh," papar Menteri Komunikasi dan
              Informatika Johnny G. Plate mengenai manfaat penyaluran BSU.

              Pekerja/buruh yang telah memenuhi syarat akan menerima BSU senilai Rp 500.000 per bulan,
              berlaku untuk dua bulan dan akan disalurkan sekaligus. Adapun syarat penerima BSU menurut
              Pasal 3 Permenaker Nomor 16 Tahun 2021 adalah sebagai berikut : 1. Warga Negara Indonesia
              2. Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Juni 2021 3. Mempunyai gaji paling banyak
              sebesar Rp 3.500.000 per bulan 4. Bekerja di wilayah PPKM level 3 dan level 4 yang ditetapkan
              oleh pemerintah.

              5. Diutamakan bekerja pada sektor usaha industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri
              Mengenai  persyaratan  jumlah  gaji,  terdapat  ketentuan  tambahan  bagi  pekerja/buruh  yang
              bekerja di wilayah dengan upah minimum provinsi atau kabupaten/kota lebih besar dari Rp3,5
              juta. Persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar upah minimum provinsi atau
              kabupaten/kota,  yang  dibulatkan  ke  atas  hingga  ratus  ribuan  penuh.  Sebagai  contoh,  upah
              minimum Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.798.312 dibulatkan menjadi Rp 4.800.000. Dengan
              demikian, persyaratan gaji maksimal pekerja di Kabupaten Karawang yang berhak menerima
              BSU adalah Rp 4,8 juta.

              Terkait gaji minimal, lebih lanjut dalam Pasal 3A dijelaskan pula bahwa gaji yang dimaksudkan
              terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap.

              Untuk  mencegah  tumpang  tindih  penerima  bantuan,  penerima  BSU  juga  diprioritaskan  bagi
              pekerja yang belum menerima program Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), dan
              bantuan produktif usaha mikro (BPUM).

              Dari BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah telah menerima 1 juta data calon penerima, dari 8,73
              juta  pekerja/buruh  yang  diproyeksikan  akan  menerima  BSU,  Jumat  (30/7/2021).  Data  calon
              penerima bantuan bersumber dari data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Data tersebut telah
              mendapatkan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai kriteria dan persyaratan
              yang ditentukan oleh Permen Nomor 16 Tahun 2021. Nantinya, data 1 juta calon penerima BSU
              tersebut  juga  akan  dicek  dan  di  oleh  Kementerian  Ketenagakerjaan  untuk  memastikan
              kesesuaian format data, dan menghindari duplikasi data.

              Data penerima bantuan diambil dari data BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan 30 Juni 2021,
              sehingga hanya peserta yang telah terdaftar hingga waktu tersebut dan memenuhi syarat saja
              yang berhak menerima BSU. Bagi pekerja/buruh yang merasa memenuhi syarat namun ragu
              apakah  telah  terdaftar  dalam  BPJS  Ketenagakerjaan,  dapat  mengecek  melalui  website  dan
              apabila mengalami kesulitan saat login, dapat menghubungi Call Center BPJS Ketenagakerjaan
              1500910.

              Pemerintah juga menegaskan, bahwa sebagai upaya percepatan penyaluran serta meminimalisir
              penyelewengan  penyaluran  bantuan,  BSU  akan  didistribusikan  langsung  ke  rekening  bank
              penerima bantuan, pada bulan Agustus.

              Para penerima BSU yang memiliki langsung dapat mengecek di gawainya, atau bisa melalui ATM
              dan ke kantor cabang bank penyalur. Adapun bank penyalur BSU adalah bank milik negara yang
              terhimpun dalam HIMBARA, yaitu Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BTN. Khusus
              untuk  penyaluran  dana  bantuan  kepada  pekerja/buruh  penerima  bantuan  di  Provinsi  Aceh,
              menggunakan  Bank  Syariah  Indonesia  (BSI)  Kemudian,  Menteri  Johnny  mengimbau  kepada
              perusahan  dengan  tempat  kerja  atau  pabrik  yang  masih  memberlakukan  WFO,  agar  terus



                                                           72
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78