Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 85
Judul Indeks Manufaktur RI Jeblok Akibat PPKM, Bos Kadin Sebut Ancaman
PHK Kian Besar
Nama Media tempo.co
Newstrend PPKM Level 4
Halaman/URL https://bisnis.tempo.co/read/1490092/indeks-manufaktur-ri-jeblok-
akibat-ppkm-bos-kadin-sebut-ancaman-phk-kian-besar
Jurnalis Bisnis.com
Tanggal 2021-08-02 18:29:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid angkat bicara
menanggapi rilis IHS Markit soal Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia
periode Juli yang berada di posisi kontraksi 40,1. Kontraksi tersebut terjadi akibat pembatasan
mobilitas lewat PPKM Darurat merespons lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini. Hal itu setelah
delapan bulan berturut-turut mencatatkan level ekspansif di atas poin 50 sejak Juni 2020 lalu.
INDEKS MANUFAKTUR RI JEBLOK AKIBAT PPKM, BOS KADIN SEBUT ANCAMAN PHK
KIAN BESAR
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid angkat bicara
menanggapi rilis IHS Markit soal Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia
periode Juli yang berada di posisi kontraksi 40,1.
Kontraksi tersebut terjadi akibat pembatasan mobilitas lewat PPKM Darurat merespons lonjakan
kasus Covid-19 belakangan ini. Hal itu setelah delapan bulan berturut-turut mencatatkan level
ekspansif di atas poin 50 sejak Juni 2020 lalu.
Arsjad Rasjid menjelaskan, mayoritas pelaku usaha saat ini merasakan dampak negatif dari
terkontraksinya industri. Industri manufaktur bahkan tak sedikit yang terancam kembali
melakukan pengurangan karyawan.
Ia lalu mencontohkan industri tekstil dan produk tekstil atau TPT yang saat ini sulit menjalankan
produksi dengan ketentuan yang berlaku. "Industri TPT ingin sekali dapat bekerja dengan
protokol kesehatan ketat agar tidak perlu merumahkan karyawannya. Bahkan, industri keramik
juga melaporkan bahaya ancaman merumahkan hingga 20.000 pegawai tanpa gaji," kata Arsjad
ketika dihubungi, Senin, 2 Agustus 2021.
Selain itu, menurut dia, sektor industri yang berorientasi ekspor juga terancam tidak dapat
memenuhi kebutuhan pembelinya jika hanya sedikit yang masuk. Belum lagi, adanya kewajiban
penutupan wilayah kerja jika ada yang terinfeksi juga semakin menyulitkan industri.
84

