Page 245 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 245

GUBERNUR KHOFIFAH INGATKAN PERUSAHAAN TIDAK MENCICIL PEMBAYARAN
              THR 2021
              SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan perusahaan
              agar tidak mencicil pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) para pekerjanya menjelang Lebaran
              2021. Orang nomor satu di Jatim itu juga meminta agar THR dibayar penuh.

              "Ini menjelang ramadan, setelah itu kita akan masuk pada Lebaran Idul Fitri. Maka tunjangan
              hari raya (THR) tolong jangan dicicil. Pesan ini menurut saya berseiring dengan sinergitas dari
              seluruh sektor ketenagakerjaan yang hari ini membutuhkan ruang yang tetap harus terkawal
              supaya  tetap  kondusif  dan  seterusnya,"  kata  Khofifah  saat  pemberian  penghargaan
              ketenagakerjaan dan kesehatan di Gedung Negara Grahadi, Selasa (6/4/2021) malam.

              Dalam  kesempatan ini, Khofifah  juga  Jatim yang  mengalami  kenaikan  tingkat  pengangguran
              terbuka (TPT). Meski demikian jumlah kenaikan TPT di Jatim ini masih di bawah angka TPT
              nasional.
              Menurutnya, kenaikan TPT yang merupakan dampak dari pamdemi COVID-19 ini tidak hanya
              terjadi di Jatim saja, namun juga di provinsi-provinsi lain di Indonesia. "Kita tetap berikhtiar
              membuka  lapangan  kerja  semaksimal  mungkin.  Tadi  banyak  sekali  perusahaan-perusahaan
              besar sebetulnya yang mendapatkan award terutama dengan zero accident," tandasnya.
              Sementara itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) saat ini
              masih  membahas  skema  pembayaran  THR  2021  bersama  Dewan  Pengupahan  Nasional
              (Depenas) dan Tripartit Nasional (Tripnas).

              "Kondisi ekonomi masih belum pulih sejak terjadinya pandemi COVID-19. Namun, THR tetap
              merupakan kewajiban pengusaha untuk diberikan kepada pekerja. Kami masih mendengarkan
              masukan berbagai pihak," kata Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah.

              (msd).





































                                                           244
   240   241   242   243   244   245   246   247   248   249   250