Page 409 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 409

SUBSIDI UPAH RP 1 JUTA SANGAT KECIL, EKONOM SEBUT IDEALNYA 5 JUTA
              UNTUK 3 BULAN
              Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengomentari rencana
              pemerintah memberikan bantuan subsidi upah untuk para pekerja atau buruh pada tahun ini.

              Salah satu persoalan yang ia soroti adalah jumlah bantuan subsidi upah yang dinilainya terlalu
              sedikit, yaitu Rp 1 juta untuk dua bulan per orang yang diberikan sekaligus. Padahal, menurut
              dia, tidak sedikit pekerja yang dirumahkan tanpa digaji selama PPKM Darurat.

              "Idealnya Rp 1,5 juta rupiah itu untuk satu bulan dan total minimum Rp 5 juta rupiah dalam 3
              bulan karena efek PPKM dirasakan bisa sampai 3 bulan ke depan," ujar Bhima dalam keterangan
              tertulis, Rabu, 23 Juli 2021.

              Di samping itu, Bhima menilai BSU seakan hanya condong pada pekerja sektor formal. Padahal,
              sebanyak 59 persen pekerja atau 78 juta orang bekerja di sektor informal.

              "Syarat BSU harus mencakup pekerja informal. Jangan hanya pekerja yang terdaftar di BPJS
              ketenagakerjaan saja, tapi perhatikan pekerja informal yang tidak punya BPJS," tutur dia.

              Bhima  juga  mengusulkan  jumlah  penerima  BSU  ditambah  menjadi  20-30  juta  orang,  dari
              sebelumnya 8,8 juta orang. Musababnya, ia melihat dampak PPKM mengakibatkan risiko PHK
              massal diberbagai sektor.

              Di samping itu, menurut dia, program BSU dan program pra kerja tidak perlu digabung. "Secara
              konsep berbeda, apalagi harus ikut pelatihan dulu baru mendapat insentif. Yang dibutuhkan
              sekarang adalah cash dan ditransfer secepatnya," kata dia.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan akan mengeluarkan kebijakan
              pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah bagi pekerja dan buruh (BSU) di
              tahun 2021.

              Besaran BSU yang diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar Rp 1 juta selama dua bulan
              diberikan  sekaligus  melalui  transfer  bank.  Adapun  jumlah  calon  penerima  BSU  diestimasi
              mencapai kurang lebih 8 juta orang.

              Adapun kriteria pekerja atau buruh yang mendapat BSU, antara lain Warga Negara Indonesia
              (WNI), berstatus sebagai pekerja atau buruh penerima Upah, serta terdaftar sebagai peserta
              jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan.

              "BPJS  Ketenagakerjaan  dipilih  sebagai  sumber  data,  mengingat  saat  ini  data  BPJS
              Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap," kata Ida.

              Kriteria lainnya adalah pekerja/buruh calon penerima BSU berada di Zona PPKM Darurat atau
              PPKM Level IV sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2021 jo Nomor
              23 Tahun 2021.
              Syarat lainnya adalah penerima harus merupakan peserta yang membayar iuran dengan besaran
              iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 3,5 juta, sesuai upah terakhir yang dilaporkan
              Pemberi Kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan.

              "Dalam  hal  pekerja  bekerja  di  wilayah  PPKM  yang  UMK-nya  di  atas  Rp  3,5  juta  maka
              menggunakan UMK sebagai batasan kriteria upah," kata Menaker Ida.

              Kriteria  terakhir  penerima  bantuan  subsidi  upah  adalah  pekerja/buruh  pada  sektor  yang
              terdampak  PPKM  antara  lain  industri  barang  konsumsi,  perdagangan  dan  jasa  (kecuali  jasa
              Pendidikan dan Kesehatan), transportasi, aneka industri, properti dan real estate.
                                                           408
   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414