Page 494 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 494
PJT I sebagai BUMN di bidang pengelolaan sumber daya air (SDA) telah memenuhi 166 kriteria
untuk kategori Tingkat Lanjutan sesuai PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3. Hasil
skoring penilaian yang diraih pun cukup tinggi, dengan nilai 91,56 persen yang berarti masuk
dalam kategori tingkat penerapan memuaskan.
Sertifikat tersebut ditetapkan melalui SK Menaker RI No. 37 Tahun 2021 dan disampaikan oleh
Kepala Cabang PT. Sucofindo (Persero) Surabaya, Ida Bagus Kade Padma sebagai pihak yang
melakukan assesmen atas penerapan SMK3 di lingkup PJT I. Proses penyerahan yang dilakukan
pada masa PPKM Darurat itu diselenggarakan secara virtual.
“Penerimaan Sertifikat SMK3 di PJT I adalah sebuah proses dimana penerapannya sudah
dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan penerimaannya sudah sepatutnya disyukuri. Kami
mewakili direksi berterima kasih kepada seluruh pihak di PJT I yang telah berkomitmen untuk
dapat menghasilkan sistem kerja dengan standar K3 sesuai peraturan perundangan yang berlaku
dan konsisten dalam penerapannya sebagai BUMN pengelola SDA,” kata Raymond, kemarin.
Menurutnya, sistem manajemen adalah kebutuhan sebuah korporasi, bukan ego sektoral
semata. Dalam implementasinya, lanjut dia, diperlukan upaya bersama untuk memberikan hasil
terbaik bagi perusahaan dan berkontribusi untuk bangsa dan negara.
Ia menegaskan pada seluruh jajarannya, bahwa SMK3 diperoleh sebagai pemicu untuk lebih
bekerjasama dengan mengesampingkan ego, berupaya lebih mendengarkan dan mengupayakan
hal terbaik untuk kepentingan korporasi. “Kami akan pertahankan, dengan membangun
kesadaran K3 sebagai kebutuhan dan budaya keseharian dalam menjalankan segala proses
bisnis perusahaan,” jelasnya.
Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012, setiap perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja
sebanyak 100 orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya dan kecelakaan kerja
seperti peledakan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja wajib
menerapkan SMK3. Selain itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan dijelaskan bahwa setiap perusahaan wajib menetapkan SMK3 yang terintegrasi
dengan sistem manajemen perusahaan.
Dalam pencapaian penghargaan sertifikat SMK3, PJT I memiliki dua kegiatan utama. Pertama,
kegiatan operasi sebagai upaya untuk dapat memanfaatkan air dan sumber-sumber air secara
optimal dan mengendalikan daya rusaknya yang berupa banjir, kekeringan maupun pencemaran
air. Kedua adalah kegiatan pemeliharaan sebagai upaya menjaga air dan sumber air serta
prasarana pengairan untuk tetap dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
Untuk dapat menunjang kegiatan itu, dengan telah diperolehnya sertifikat SMK3 atas assesmen
yang telah dilakukan Desember 2020 lalu, maka PJT I dinyatakan telah berhasil meminimalisir
risiko kecelakaan kerja. Selain Sistem Manajemen K3, PJT I juga telah memperoleh sertifikasi
dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015, Sistem Manajemen Anti Penyuapan
ISO 37002 : 2016, serta khusus untuk produk layanan Laboratorium Lingkungan juga diperoleh
sertifikasi sebagai laboratorium penguji berstandar SNI ISO/IEC 17025 : 2008.[rac]
493

