Page 505 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 505

Dirinya menambahkan, integrasi data yang dilakukan ini merupakan wujud dukungan penuh
              BPJS Kesehatan terhadap program strategis pemerintah sebagaimana yang diamanatkan dalam
              penyelenggaraan program JKP. Dengan dilakukannya pertukaran, pemanfaatan dan integrasi
              data kepesertaan Program Jaminan Sosial, diharapkan ke depannya dapat tercipta Data Terpadu
              Jaminan Sosial.

              "Dengan  adanya  integrasi  data  ini,  kami  berharap  proporsi  penduduk  yang  tercakup  dalam
              program jaminan sosial dapat segera terwujud sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka
              Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024yaitu 98%," ujar Ghufron.

              Menutup acara penandatanganan kerja sama ini, Anggoro kembali mengatakan sinergi ini akan
              saling mengoptimalkan peran dan fungsi masing-masing.

              "Semoga  dengan  adanya  kerja  sama  ini,  kedua  lembaga  BPJS  bisa  memiliki  data  yang
              terintegrasi atau terpadu untuk memberikan kemudahan layanan sebagai wujud hadirnya negara
              dalam jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutur Anggoro.
              Kepala  BPJAMSOSTEK  Papua  Barat,  Sunardy  Syahid  menyebutkan  kerjasama  yang  telah
              disepakati  oleh  BPJAMSOSTEK  dan  BPJS  Kesehatan  akan  berdampak  pada  peningkatan  dan
              transparansi  layanan  kepada  masyarakat,  sehingga  pelayanan  yang  diberikan  akan  semakin
              optimal.
              "  Dengan  kerjasama  ini  kita  harapkan  agar  pelayanan  yang  diberikan  kepada  peserta,  baik
              BPJAMSOSTEK maupun BPJS Kesehatan dapat semakin meningkat pelayanan kepada peserta,
              baik  dalam  kesehatan  maupun  perlindungan  terhadap  tenaga  kerja"  jelas  Sunardy  Syahid,
              Minggu (25/7).

              Sejauh  ini  kata  Sunardy  Syahid,  kesadaran  untuk  mendaftarkan  diri  sebagai  peserta
              BPJAMSOSTEK cukup tinggi, namun tetap perlu monitoring bersama agar perlindungan terhadap
              tenaga kerja kian optimal.





































                                                           504
   500   501   502   503   504   505   506   507   508   509   510