Page 366 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 366

Pemerintah merevisi jadwal libur nasional dan cuti bersama yang masih tersisa di tahun 2021.
              Keputusan ini bagian dari upaya untuk mengatasi penyebaran masif Covid-19, selain upaya lain,
              seperti vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan.

              Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Jumat
              (18/6/2021), di Jakarta, mengumumkan perubahan dua hari libur nasional dan meniadakan satu
              hari cuti bersama.

              Libur Tahun Baru Islam 1443 H pada Selasa, 10 Agustus, diubah menjadi Rabu, 11 Agustus.
              Libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 19 Oktober 2021, diubah menjadi Rabu, 20
              Oktober.

              Sementara cuti bersama Natal pada 24 Desember ditiadakan. Keputusan ini sudah disepakati
              tiga  menteri  terkait,  yakni  Menteri  Agama,  Menteri  Ketenagakerjaan,  serta  Menteri
              Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

              Muhadjir  menjelaskan,  sesuai  arahan  Presiden  untuk  mencegah  penularan  dan  penyebaran
              Covid-19,  pemerintah  meninjau  ulang  jadwal  libur  nasional  dan  cuti  bersama  yang  sudah
              tercantum dalam surat keputusan bersama tiga menteri.

              Penghargaan

              Menteri  Agama  Yaqut  Cholil  Qoumas  mengatakan,  hari  libur  tetap  diberikan  sebagai
              penghargaan  pemerintah  kepada  umat  beragama,  tetapi  harinya  digeser  dan  cuti  bersama
              ditiadakan.

              "Ini  sejalan  dengan  keinginan  kita  semua  untuk  menjaga  seluruh  masyarakat  agar  menjaga
              kesehatan dan keselamatan. Keputusan ini seiring dengan ikhtiar menjalankan vaksinasi dan
              protokol kesehatan," ujar Yaqut.
              Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sepakat dengan keputusan pemerintah
              merevisi  jadwal  libur  nasional  sebagai  ikhtiar  untuk  menghindarkan  penyebaran  Covid-19.
              "Setelah penandatanganan SKB 3 menteri, nanti kami tindak lanjuti dengan menyampaikan surat
              edaran ke perusahaan-perusahaan lewat gubernur dan wali kota/bupati," tutur Ida.

              Adapun Menpan dan RB Tjahjo Kumolo mengatakan, sesuai ketentuan, aparatur sipil negara
              (ASN) punya hak cuti perorangan. "Tetapi, kami putuskan demi kemaslahatan dalam konteks
              pandemi, hak cuti ASN untuk sementara ditiadakan," ucapnya.
              Tjahjo pun menjelaskan lebih detail terkait ASN dilarang cuti pada hari "kejepit" libur nasional.
              Sebagai contoh, jika ada libur hari keagamaan pada hari Selasa, ASN dilarang mengajukan cuti
              pada hari Senin. Pengajuan cuti harus pada hari lain. Istilah cuti bersama juga tidak ada.

              "Semua diminta konsentrasi untuk menjaga kesehatan masyarakat," ujar Tjahjo.

              Untuk instansi pemerintah di pusat dan daerah tidak ada istilah lockdown. Ketentuan dalam Surat
              Edaran Menpan dan RB No 67 masih berlaku. Tidak ada istilah kantor tutup atau lockdown sebab
              pelayanan pada masyarakat harus berjalan.

              Adapun aturan bagi instansi pemerintah pusat dan daerah di zona merah disesuaikan dengan
              keputusan Satgas Covid-19 dan pemda. Kehadiran bekerja di kantor dan di rumah bisa diatur
              mulai 50 persen, 75 persen, atau 25 persen sesuai kebijakan masing-masing instansi. (ELN)





                                                           365
   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371