Page 445 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 445
AIRLANGGA AJAK AKADEMISI AMBIL PERAN DALAM PROGRAM KARTU PRAKERJA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak para akademisi ikut
ambil peran dalam program Kartu Prakerja karena kelompok ini memiliki misi yang sama yaitu
mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Saya mengajak seluruh civitas akademika untuk ambil peran dalam program ini, karena
sesungguhnya misi kita sama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Airlangga pada
diskusi bertajuk "Good Governance Prakerja" dengan civitas akademika Universitas Sebelas
Maret (UNS) Solo, yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat.
Sebagai Ketua Komite Cipta Kerja, ucap Airlangga, diskusi kali ini sangat penting untuk
mendapatkan masukan dalam menyusun kebijakan dan mengendalikan program Kartu Prakerja
yaitu mengenai good governance Prakerja.
"Berbicara tentang kebijakan, saya meyakini bahwa kebijakan dan program itu harus beradaptasi
dengan konteks sosial masyarakat," ujarnya.
Airlangga memaparkan bahwa pada 11 April 2020, program Kartu Prakerja mulai membuka
pendaftaran dengan kuota sebanyak 200.000 orang. Bentuknya semibansos, karena yang
terdampak pandemi COVID-19, bukan hanya mereka yang terdaftar pada Data Terpadu
Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
Penerima program Kartu Prakerja beragam, dari mulai kalangan difabel, purna pekerja migran
Indonesia, lulusan SD, pencari kerja, korban PHK, karyawan, hingga wirausaha.
"Semua inklusif, karena program Prakerja terbuka bagi semua orang, karena harus beradaptasi
dengan dunia kerja yang terus berubah," tutur Airlangga.
Ia pun berpesan kepada para mahasiswa, bahwa jalan digital end-to-end ditempuh agar bisa
membantu masyarakat dalam skala lebih luas, lebih cepat, lebih akurat, dengan transparansi
yang maksimal.
Beragam pelatihan dapat disediakan dalam waktu singkat berkat kolaborasi dengan swasta. Saat
ini, dalam ekosistem Prakerja terdapat 179 lembaga pelatihan yang menawarkan lebih dari 1.591
jenis pelatihan.
"Ribuan pelatihan ini dijual di tujuh platform digital, agar antarpelatihan mudah diperbandingkan
seperti silabus, pengajar, harga, rating, semua ada. Perusahaan platform digital ini
mengeluarkan biaya-biaya seperti akuisisi pelatihan, customer service, IT, dan pajak," katanya.
Hasil evaluasi Prakerja, dari survei Angkatan Kerja Nasional BPS pada Februari 2021
menunjukkan 90,97 persen penerima Kartu Prakerja mengatakan keterampilan kerja mereka
meningkat setelah mengikuti pelatihan.
Hasil ini tidak jauh berbeda dengan survei Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
(TNP2K), Cyrus Network, maupun survei dari Pelaksana Program Kartu Prakerja (PMO) yang saat
ini juga sedang menjalin kerja sama dengan empat lembaga penelitian untuk mengukur dampak
dari program Kartu Prakerja.
444

