Page 453 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 453
Selaku Ketua Komite Cipta Kerja, ucap Airlangga, diskusi kali ini sangat penting, untuk
mendapatkan masukan dalam menyusun kebijakan dan mengendalikan Program Kartu Prakerja
yaitu mengenai "Good Governance Prakerja".
"Berbicara tentang kebijakan, saya meyakini bahwa kebijakan dan program itu harus beradaptasi
dengan konteks sosial masyarakat," tutur Airlangga.
Sebab, bila tercabut dari konteksnya, Airlangga meyakini kebijakan dan program Kartu Prakerja
menjadi kurang bermakna. Karena "sang" subjek, yaitu masyarakat, tidak dilibatkan.
Airlangga memaparkan pada tanggal 11 April 2020, Program Kartu Prakerja mulai membuka
pendaftaran, dengan kuota sebanyak 200.000 orang.
Bentuknya semi-bansos, karena yang terdampak Pandemi COVID-19, bukan hanya mereka yang
terdaftar di DTKS Kementerian Sosial.
"Sampai dengan minggu ini, 8,3 juta orang telah menjadi penerima Kartu Prakerja. Semua
Kabupaten/Kota ada pesertanya. Sekali lagi, semua di 514 kabupaten/kota," ucapnya.
Di antara para penerima ini, ucap Airlangga, ada difabel, purna Pekerja Migran Indonesia, lulusan
SD, pencari kerja, korban PHK, karyawan, hingga wirausaha.
"Pendek kata: semua. Inklusif. Karena memang sejatinya Prakerja terbuka bagi semua orang.
Karena kita semua, harus beradaptasi dengan dunia kerja yang terus berubah," tutur Airlangga.
Airlangga berpesan kepada para mahasiswa, bahwa jalan digital end-to-end ditempuh agar bisa
membantu masyarakat dalam skala lebih luas, lebih cepat, lebih akurat, dengan transparansi
yang maksimal.
Menurut Airlangga, beragam pelatihan dapat disediakan dalam waktu singkat berkat kolaborasi
dengan swasta. Saat ini dalam ekosistem Prakerja terdapat 179 lembaga pelatihan yang
menawarkan lebih dari 1.591 jenis pelatihan.
"Ribuan pelatihan ini dijual di 7 platform digital. Kenapa platform digital? Agar antar pelatihan
mudah diperbandingkan: silabus, pengajar, harga, rating, semua ada. Perusahaan platform
digital ini mengeluarkan biaya-biaya: akuisisi pelatihan, customer service, IT, dan pajak,"
katanya.
Untuk melihat apakah tujuan Prakerja tercapai, evaluasi telah dilakukan. Terakhir, ucap
Airlangga, survei Angkatan Kerja Nasional BPS pada Februari 2021 menunjukkan 90,97%
penerima Kartu Prakerja mengatakan keterampilan kerja mereka meningkat setelah mengambil
pelatihan.
Hasil ini tidak jauh berbeda dengan survey TNP2K, Cyrus Network, maupun survey dari PMO
sendiri. Manajemen Pelaksana saat ini juga sedang menjalin kerjasama dengan 4 lembaga
penelitian untuk mengukur dampak dari Program Kartu Prakerja.
452

